16 September 2016 / Berita Sukita Terkini

Himne GKI Berkumandang
di Ketinggian 3265 mdpl


media

Himne GKI Berkumandang
di Ketinggian 3265 mdpl

"... Berbarislah utuh, bersatulah teguh,
hai seluruh Gereja Kristen Indonesia!"

 

Kontributor:

Timotius Handoko Setiawan

Rabu, 17 Agustus 2016, Himne GKI (Gereja Kristen Indonesia) berkumandang di puncak Gunung Lawu Argo Dumilah, pada ketinggian 3265 mdpl (meter diatas permukaan laut) bersanding dengan lagu Indonesia Raya dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71. Tim yang berkostum merah putih dengan penuh semangat dan gegap gempita menyanyikan himne itu dengan mengepal tangan di dada. Mungkin ini adalah tempat tertinggi dimana himne GKI dikumandangkan oleh sebuah tim yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Even semacam ini mungkin juga adalah yang pertama kali dilakukan oleh tim anggota GKI (Gerakan Kemanusiaan Indonesia).

Untuk acara upacara bendera itu tim yang tergabung dalam Thunak Thunuk (_Ing: step by step_) Hiking Club mempersiapkan diri dengan latihan - latihan fisik intensif selama 1 bulan, training teknik & manajemen pendakian, juga mempersiapkan kostum serta mencari donatur. Akhirnya pada tanggal 16 Agustus 2016 tim yang terdiri dari 24 orang berpadu satu menuju ke gerbang pendakian Gunung Lawu melalui jalur Cemoro Sewu.

Pos demi pos kami lalui, akhirnya malam hari kami sampai di Sendang Drajat, area di bawah puncak Argo Dumilah lalu menginap di salah satu warung. Pagi pukul.05.00 kami bangun dan keluar dari warung, menikmati sunrise yang begitu indah pd. pukul.05.37. Setelah itu kami sarapan dan menuju Argo Dalem untuk melihat beberapa tempat seperti Warung Mbok Yem, Rumah Seng, Rumah Botol, Rumah Kraton, Pasar Dieng dan kemudian memulai perjalanan menuju puncak Argo Dumilah sekitar pukul.07.00. Kurang lebih 20 menit setelah itu, kami sampai puncak Argo Dumilah yang begitu padat dengan para pendaki, sambil menyeruak kiri kanan kami tiba di lokasi upacara.

Pukul.07.30, kami memulai upacara bendera dengan komandan upacara Timotius Handoko Setiawan yang sekaligus adalah ketua Thunak Thunuk Hiking Club dan anggota tim GKI (Gerakan Kemanusiaan Indonesia). Upacara bendera berlangsung dengan hikmat, ketika lagu Indonesia Raya & pembacaan naskah Pancasila dikumandangkan, para pendaki lain yang memang mengikuti tingkah kami juga turut serta bernyanyi dan meneriakkan butir - butir Pancasila.

Upacara ditutup dengan doa dan menyanyikan himne GKI --serasa haru biru kami menyanyikan... rasa bangga dan bahagia-- Hari itu kami bersaksi tentang siapa GKI (Gereja Kristen Indonesia) di atap bumi dihadapan para pendaki lainnya, yang berkumpul mengelilingi kami.

Mengapa himne GKI ? Karena tim kami adalah anggota GKI Madiun. Sejak Thunak Thunuk berdiri pada 1 Januari 2010 sudah lebih dari 80 orang anggota GKI Madiun yang menjadi pendaki gunung Lawu. Beberapa bulan ini kami merapat dalam grup Whatsapp Thunak Thunuk. Kami ingin GKI (Gereja Kristen Indonesia) dikenal orang sampai ke ujung bumi, kami memulai dengan menuju atap bumi --Gunung Lawu--

 


Gbr.1. Pintu Gerbang Masuk


Gbr.2. Pos 1



Gbr.3. Di rumah Keraton Puncak Lawu


Gbr.4. Di rumah botol bekas Puncak Lawu


Gbr.5. Pancasila


Gbr.6. Selesai Upacara