07 June 2017 / Berita Sukita Terkini

Semangat dan Selamat
Menghidupi KaryaNya,
Pnt Christo


media

Percakapan Gerejawi
Pnt. Aditya Christo Saputra
pada Persidangan XXXI Majelis Klasis
GKI Klasis Banyuwangi
31 Mei 2017 di Denpasar, Bali

 

Kontributor:
Kevin Leonardo Jonatan
(Kader GKI/Notulis Persidangan)

Persidangan XXXI Majelis Klasis GKI Klasis Banyuwangi dilaksanakan tanggal 30 Mei-1 Juni 2017 di Quest San Hotel Denpasar, Bali. Pada hari kedua ada dua percakapan gerejawi yang dilaksanakan. Pnt. Aditya Christo Saputro adalah alumnus Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana angkatan 2007. Pnt. Cristo mendapat kesempatan pertama untuk menjalani percakapan gerejawi. Percakapan gerejawi ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu tentang Pengajaran dan Tata Gereja GKI. Dalam bagian Pengajaran, Pnt. Christo membahas tentang teologi kepemimpinan GKI. Sementara itu di dalam bagian Tata Gereja, ia membahas tentang teologi keanggotaan GKI.

 

Judul pembahasan yang pertama adalah “Teologi Kepemimpinan GKI: Menggali landasan teologi bagi relasi pejabat gereja-anggota gereja dalam konteks GKI berdasarkan surat 1 Korintus 3:1-9.” Penekanan dari pembahasan teologi kepemimpinan ini adalah relasi yang baik antarpejabat gerejawi dan juga antara pejabat gerejawi dengan anggota jemaat. Relasi di sini tentu bukanlah relasi yang hirarkis, melainkan relasi yang fungsional, timbal balik, dan dialasi oleh kasih. Pnt. Christo juga menghimbau agar tidak terjadi pola kepemimpinan yang pendeta-sentris, karena hal tersebut dapat menimbulkan perpecahan.

 

Salah satu pertanyaan menarik yang muncul terkait pembahasan teologi kepemimpinan adalah bagaimana tanggapan Pnt. Christo terhadap relasi (pejabat gerejawi) senior dan yang junior. Penekanan Pnt. Christo terhadap relasi adalah relasi yang tentunya bukan hirarkis. Senior dan junior memang cenderung dipahami sebagai relasi hirarkis. Akan tetapi, Pnt. Christo mengatakan bahwa relasi ini sebenarnya dilihat sebagai relasi profesional. Ia mengatakan hal tersebut karena menurutnya satu-satunya relasi yang hirarkis hanyalah terdapat pada relasi Kristus (sebagai kepala) dan jemaat (sebagai tubuh).

 

 

Pembahasan kedua mengenai Tata Gereja GKI. Pnt. Christo meninjau teologi keanggotaan GKI dari Tata Gereja GKI. Makna yang ingin dimunculkan dari pembahasan ini adalah bahwa menjadi anggota dari sebuah gereja (sebagaimana yang dibahas Pnt. Christo dengan merujuk ke Tata Gereja GKI) bukanlah hanya sekadar urusan administrasi, melainkan secara tidak langsung harus ikut berperanserta dalam misi Allah. Keanggotaan bukanlah sebuah hal yang dapat dipindah-pindah begitu saja, namun diharapkan agar seseorang menetap dan berakar sehingga dapat bertumbuh dengan baik.

 

Secara keseluruhan Pnt. Cristo melaksanakan percakapan gerejawi dengan tenang dan menjawab setiap pertanyaan dengan lugas. Selamat bagi Pnt. Aditya Christo Saputro yang sudah menyelesaikan tahapan percakapan gerejawi ini. Selamat melanjutkan peziarahan kehidupan yang pastinya misterius tanpa lelah menaruh pengharapan pada Sang Pencipta.