29 July 2017 / Berita Sukita Terkini

Serumpun Sebalai


media

Serumpun Sebalai
Jambore Anak III
28-30 Juni 2017

 

Kontributor:
Doddy Handyka
(Pengurus Komisi Anak
GKI Klasis Banyuwangi)

Jambore Anak III berlangsung dari tanggal 28–30 Juni 2017 bertempat di Bukit Doa Immanuel, Prigen–Pasuruan dengan mengambil tema "Serumpun Sebalai". Kegiatan ini diikuti oleh 18 Jemaat yaitu: GKI Manyar, GKI Pondok Tjandra Indah, GKI Ngagel, GKI Lebak Jaya, GKI Residen Sudirman, GKI Rungkut Asri, GKI Merisi Indah, GKI Jemursari, GKI Pasuruan, GKI Blimbing, GKI Bondowoso, GKI Jember, GKI Banyuwangi, GKI Denpasar, GKI Emaus, GKI Sepanjang, GKI Jombang, dan GKI Mojokerto. Keseluruhan jumlah peserta Jambore adalah 264 Jemaat Anak dan 104 Pelayan Jemaat Anak.

Latar belakang kegiatan Jambore Anak III ini merupakan hasil dari Jambore Anak II tahun 2014 yang bertema tentang perkembangan dan kemajuan teknologi serta dilanjutkan dengan Camp Pelayan Jemaat Anak yang bertujuan menyatukan visi dan mempersiapkan Pelayanan Jemaat Anak untuk kegiatan Komisi Anak berikutnya. Jambore Anak merupakan kebutuhan di tengah kebersamaan, Jambore Anak merupakan kegiatan yang dapat melenturkan "keegoisan" jemaat dalam lingkup klasikal, sebagai tempat pengembangan kreatifitas dan kesenian, anak menjadi lebih akrab dengan Alkitab (ajaran) untuk menjawab tantangan zaman dan semangat ekumenis yang telah ditularkan serta menjadi gereja sebagai rumah. Dari latar belakang itulah maka Komisi Anak GKI Klasis Banyuwangi menjadikannya suatu program dan dilaksanakan pada Juli 2017

Jambore Anak I dilaksanakan pada tahun 2012 diikuti oleh 14 Jemaat GKI di lingkup Klasis Banyuwangi, kemudian pada Jambore Anak II tahun 2014 diikuti juga oleh 14 Jemaat GKI di lingkup Klasis Banyuwangi. Pada tahun 2017, Jambore Anak II diikuti oleh 14 Jemaat GKI di lingkup Klasis Banyuwangi serta 4 Jemaat GKI di lingkup Klasis Bojonegoro dan Klasis Madiun.

Selama 3 hari 2 malam jemaat anak mengikuti kegiatan Jambore Anak ini. Mereka dapat mengenal teman–teman baru yang berasal dari jemaat lain dan dari daerah lain, serta dapat berbagi dengan mereka dalam kegiatan yang dilakukan.

Kegiatan–kegiatan Jambore Anak III ini tidak selalu dilakukan di dalam ruangan tetapi juga di luar ruangan. Pembinaan kerohanian anak diisi oleh Pdt. Wendy dari GKI Anugrah Bandung, Pdt. Martin dari GKI Bondowoso, dan Kak Lies Veronika, Sth. dari GKI Ngagel Surabaya. Tema–tema yang diberikan adalah: Serumpun Sebalai, Keberagaman Anak–anak Indonesia, Anak–anak Kerajaan Sorga, Bersatu kita Teguh Bercerai Kita Runtuh.

Sesi–sesi yang di sampaikan tersebut membahas bahwa Indonesia adalah bangsa yang penuh dengan keberagaman budaya, adat istiadat, kebiasaan, dan semua anak–anak tersebut yang pada hakikatnya di kasihi Tuhan. Pdt. Wendy, Pdt. Martin serta Kak Lies Veronika membawa kan materi sesi dengan cukup menarik sehingga anak–anak menjadi fokus dalam mendengarkan materi yang disampaikan.

Hal yang menarik juga buat anak- anak adalah mereka melakukan kreatifitas membuat souvenir jajanan pasar yang selama ini mereka lihat seperti: klepon, kue lapis, dll. Dari bahan kain flanel, dakron, kemudian dijahit dan ada juga yang di tempel menggunakan lem, merupakan pengalaman tersendiri bagi anak–anak. Kemudian hasil yang sudah mereka buat, mereka bawa pulang sebagai souvenir dari Jambore Anak III.

Pengenalan akan permainan jaman dahulu yang mulai terkikis oleh perkembangan teknologi, gadget, diperkenalkan kembali kepada anak-anak. Permainan tersebut antara lain seperti lompat karet, lempar gelang karet, bambu keprak, yang membuat mereka menyatukan dalam kegiatan ini.

Pada Jambore Anak III ini, anak-anak juga diminta menuliskan komitmen mereka dalam selembar kertas kecil yang hasilnya sebagai berikut :

  1. Semakin dekat, taat kepada Tuhan dan melayani Tuhan, menjadi anak yang baik, pembawa damai, mandiri
  2. Menghormati orangtua dan membahagiakan orangtua
  3. Membantu orang lain, mengasihi orang lain, mengasihi sesama
  4. Menjadi Hamba Tuhan (Pendeta) : 9 anak
  5. Lebih tekun belajar, menjadi yang terbaik bagi Tuhan dengan talenta yang sudah diberikan,
  6. Mengenalkan budaya Indonesia kepada Dunia, membanggakan Indonesia melalui karya-karya

Mari kita doakan bersama apa yang menjadi komitmen mereka. Terima Kasih

Latest ARTICLE