11 July 2018 / Renungan Harian

Ada Saatnya


media
Ada Saatnya
Yohanes 7:1-9
 
Maka jawab Yesus kepada mereka: “Waktu-Ku belum tiba ….” (Yoh. 7:6)
Yesus mengetahui bahwa ada upaya orang Yahudi untuk membunuh-Nya. Karena itu, ia menghindar dan tidak mau tetap tinggal di Yudea. Sikap Yesus menghindar dari ancaman pembunuhan bukan karena ia takut mati, namun katanya, “waktu-Ku belum tiba.”
Seperti Yerusalem, Yudea adalah kota di mana tradisi dan keagamaan Yahudi terpelihara dengan baik. Dengan mengetahui kota itu, kita dapat memahami mengapa saudara-saudara-Nya mendesak agar Ia pergi ke Yerusalem. Harapannya jelas, Yesus menampakkan diri-Nya kepada dunia sehingga Ia semakin populer dan diakui orang banyak. Sebab kata saudara-saudara-Nya, “… tidak seorang pun berbuat sesuatu di tempat tersembunyi, jika ia mau diakui di muka umum …” (ay. 4). Namun, ajakan saudara-saudara-Nya ditolak Yesus karena bagi-Nya, belum saatnya Ia pergi ke sana. Lagi pula, kehadiran-Nya ke dunia ini bukan untuk mencari popularitas apalagi penghargaan. Kedatangan-Nya ke dunia ini untuk menyatakan kerajaan Allah. Yesus tidak pernah takut dengan berbagai macam ancaman termasuk ancaman pembunuhan. Ia juga tidak pernah takut dengan kematian dan penderitaan. Namun, bila Ia menolak pergi ke Yudea itu karena Ia tahu kapan waktunya akan pergi ke sana.
Bila kita menghindar dari orang yang berniat jahat kepada kita, itu bukan sebuah tindakan pengecut atau penakut. Tetapi, itu adalah sikap yang bijaksana dari seorang yang menghargai hidup.

REFLEKSI:
Kita harus mengetahui kapan saatnya diam dan kapan saatnya bertindak.
 
Mzm. 119:81-88; Yer. 16:14-21; Yoh. 7:1-9

Latest ARTICLE