29 October 2017 / Renungan Harian

Adil dan Benar


media

Adil dan Benar

Imamat 19:15-18

"...janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran." (Im. 19:15)

Di jalan raya, tampaknya ada peraturan tak tertulis "kendaraan yang lebih kecil pasti benar!" Jika mobil diserempet motor, maka apa pun yang sebenarnya terjadi, pengemudi mobil yang akan dipersalahkan. Jika pejalan kaki sembarangan menyebrang sehingga tertabrak motor, maka pengendara motor yang dianggap salah. Peraturan tak tertulis itu jelas ngawur. Dengan peraturan itu, banyak orang yang tidak bersalah akan menjadi korban dan, sebaliknya, ada pelaku pelanggaran yang akan diuntungkan.

Firman Tuhan mengungkapkan bentuk keadilan yang dikehendaki Tuhan. Kebenaran tidak ditentukan oleh lemah/kuat, miskin/kaya, kecil/besar seseorang. Kebenaran adalah kebenaran sehingga, entah orang besar ataupun orang kecil, semua harus diadili sesuai dengan standar kebenaran yang berlaku.

Kita memang cenderung bersimpati kepada mereka yang satu kelompok atau sama posisi dengan kita. Ketika kita masih "orang kecil", kita mempertahankan mati-matian bahwa yang lemahlah yang benar. Namun, saat kita sudah menjadi "orang besar", kita ngotot bahwa "orang besar" juga benar. Kesalahan sikap dan cara pikir yang demikian adalah karena kita mendasarkan kebenaran hanya pada kesamaannya dengan kita.

Marilah kita belajar untuk bersikap adil dan benar tanpa memandang kesamaannya dengan kita.

 


Doa:

Tuhan, mampukan kami untuk bersikap adil dan benar terhadap siapa pun. Amin.

 

Im. 19:1-2, 15-18; Mzm. 1; 1Tes. 2:1-8; Mat. 22:34-46

Latest ARTICLE