10 September 2019 / Renungan Harian

AKIBAT KETIDAKSETIAAN


media

2 Raja-raja 18:9-18

Raja Asyur mengangkut orang Israel ke dalam pembuangan … oleh karena mereka tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan melanggar perjanjian-Nya .... (2Raj. 18:11-12)

“Ada asap ada api.” Peribahasa ini mau menunjukkan bahwa suatu kejadian pasti ada penyebabnya. Dengan demikian, peribahasa ini mau menegaskan hukum sebab-akibat sebagaimana terjadi di alam ini.

Kitab 2 Raja-raja 18:1-12 menggambarkan dua situasi yang berbeda antara Kerajaan Yehuda dan Kerajaan Israel Utara di Samaria. Kerajaan Yehuda dipimpin oleh Hizkia bin Ahas, seorang raja yang “melakukan apa yang benar di mata TUHAN.” Hizkia mendorong umat Yehuda untuk menyembah cukup hanya TUHAN (2Raj. 18:1-8). Akibatnya, TUHAN pun menyertai Hizkia dan seluruh Yehuda. Di situasi yang lain, di Kerajaan Israel Utara, Raja Hosea bin Ela “melakukan apa yang jahat di mata TUHAN.” Ia dan rakyat Israel Utara di Samaria berlaku tidak setia kepada TUHAN. Mereka menyembah TUHAN dan juga ilah-ilah lainnya. Akibat ketidaksetiaan kepada TUHAN itu adalah kehancuran Kerajaan Israel Utara. Banyak kota di Samaria dikuasai Raja Asyur dan banyak orang Israel diangkut ke dalam pembuangan ke Asyur.

Memang, penggambaran penulis 2 Raja-raja tentang “hukum sebab-akibat” ini cukup gamblang: karena setia kepada TUHAN, akibatnya hidup diberkati; tidak setia kepada TUHAN, akibatnya hidup mengalami kehancuran. Apakah pada kenyataannya selalu demikian? Kita lebih baik tidak menarik kesimpulan secara langsung. Yang paling jelas bagi kita adalah TUHAN rindu agar kita setia kepada-Nya.

REFLEKSI: Akibat ketidaksetiaan kepada TUHAN adalah kehancuran karena meninggalkan persekutuan kasih-Nya yang penuh damai sejahtera.

Mzm. 101; 2Raj. 18:9-18; 1Tim. 4:6-16

Latest ARTICLE