25 July 2018 / Renungan Harian

Alasan Menyembahnya


media
Alasan Menyembahnya
Mazmur 100
 
Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. (Mzm. 100:3)
Saya menyitir kata-kata seorang sufi katanya, “Tuhan, berilah aku air untuk memadamkan api neraka dan berilah aku api untuk membakar surga agar Engkau disembah bukan karena orang takut neraka dan merindukan surga tetapi orang menyembah-Mu semata-mata karena Engkau adalah Tuhan.”
Mazmur 100 ini adalah nyanyian sorak-sorai yang mengajak agar setiap orang di seluruh bumi beribadah dan menyembah Tuhan. Dengan sangat indah pemazmur berseru katanya, “Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi. Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita” (ay. 1, 3). Ajakan pemazmur ini indah karena dua alasan. Yang pertama: ia tidak mengotak-ngotakkan atau memisah-misahkan umat manusia. Tanpa pandang bulu, semua orang di seluruh bumi diajaknya memuliakan Allah. Yang kedua, kita beribadah dan memuliakan Tuhan hanya karena Dia Tuhan yang patut yang layak disembah. Dia disembah karena Dialah Tuhan yang baik dan yang selamanya mengasihi umat kepunyaan-Nya (ay. 5).
Kita perlu selalu bertanya kepada diri sendiri, “mengapa kita beribadah dan menyembah Tuhan?” Apakah kita menyembah-Nya semata-mata supaya Ia mencurahkan berkat-Nya kepada kita dan takut bila tidak menyembah-Nya maka berkat-Nya akan berkurang dan kita akan dihukum-Nya? Atau kita menyembah-Nya hanya karena Dia adalah Tuhan Allah kita, yang kasih setia-Nya untuk selama-lamanya?
 
REFLEKSI:
Sembahlah dan pujilah Tuhan karena Dia adalah Tuhan.
 
Mzm. 100; 2Sam. 5:1-12; Luk. 15:1-7

Latest ARTICLE