27 February 2017 / Renungan Harian

ALLAH Itu Mampu dan Mau


media

ALLAH Itu Mampu dan Mau

Keluaran 33:7-23

Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini." (Kel.33:15)

Regu penyelamat di pantai adalah orang-orang yang tidak hanya harus memiliki kecakapan berenang, tetapi juga harus memiliki kemauan keras untuk menolong. Mereka selalu disiagakan untuk melakukan pertolongan secepatnya saat terjadi  sebuah insiden. Untuk menjadi penolong yang handal, kemampuan dan kemauan sama pentingnya.

Memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian bukanlah pekerjaan sederhana. Ada sederet bangsa yang siap menghadang mereka (ay.2). Tantangan lain adalah ganasnya medan perjalanan yang harus dilalui. Namun, bagi Musa sebagai pemimpin, hal yang paling berat adalah menghadapi perilaku bangsa yang dipimpinnya itu. Bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk (ay.3). Karena tantangannya besar, Musa memohon jaminan dari Allah. Ia tidak akan maju tanpa bimbingan Allah (ay.15). "Membimbing" berarti Allah bersedia hadir, baik dalam kekuasaan-Nya maupun dalam belas kasih-Nya. Allah berkuasa sehingga Ia pasti memiliki kemampuan untuk menolong. Allah juga penuh belas kasih sehingga Ia selalu memberikan telinga dan hati-Nya untuk hadir menolong.

Allah yang Mahakuasa itu bukan hanya mampu menolong, melainkan juga selalu memiliki kemauan untuk menolong. Karena itulah, Allah pantas menjadi jaminan dan sumber pengharapan kita. 

 


Doa:

Ya Allah, terima kasih untuk belas kasih-Mu kepada kami. Amin

 

Mzm.78:17-20, 52-55; Kel.33:7-23; Kis.7:30-34

Latest ARTICLE