06 March 2017 / Renungan Harian

ALLAH Peduli


media

ALLAH Peduli

1 Raja-raja 19:1-8

"Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku." (1Raj.19:4)

Hamba sejati seharusnya tidak mundur ketika badai hidup menerpa. Sayangnya, Elia tidak demikian. Di Gunung Horeb itu, Elia melarikan diri dari tugas! Elia melarikan diri karena Izebel, permaisuri Ahab, bersumpah ingin membunuhnya. Sumpah itulah yang membuat Elia stres bukan kepalang. Penulis kitab 1 Raja-raja mencatat: "Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya..." (ay.3).

Mengapa Elia gentar? Bukankah ia telah membunuh semua nabi Baal dengan pertolongan Tuhan? Bukankah dengan pertolongan Tuhan, hujan pun akhirnya turun? Lalu, mengapa Elia jeri terhadap Izebel? Tak mudah memahami ketakutan Elia. Yang pasti: Elia merasa takut dan ingin menyelamatkan nyawanya, dan akhirnya ia menyingkir. Elia meninggalkan Israel, ladang pelayanannya. Tidak hanya meninggalkan ladang pelayanan, Elia sendiri saking frustasinya ingin mati.

Namun, penulis kitab 1 Raja-raja mencatat bahwa Allah tidak meninggalkan hamba-Nya. Meski tindakan Elia tidak patut diteladani, Allah tetap peduli. Allah tetap mencukupi kebutuhan Elia. Allah memberi makan Elia. Ada roti bakar dan kendi berisi air yang dikirimkan melalui malaikat. Bahkan, ketika Elia tidak bersemangat makan karena lelah hati, lelah pikiran, dan lelah fisik, malaikat itu menasihatinya untuk makan hingga kenyang. Allah sungguh memedulikan hamba-Nya.

 


Refleksi:

Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.

 

Mzm.32; 1 Raj.19:1-8; Ibr.2:10-18

Latest ARTICLE