13 February 2019 / Renungan Harian

Allah Tetap Setia Menyertai


media

Allah Tetap Setia Menyertai
Yesaya 8:1-15

"Buatlah rancangan, tetapi akan gagal juga; ambillah keputusan, tetapi tidak terlaksana juga, sebab Allah menyertai kami!" (Yes. 8:10)

Merasa betul-betul disendirikan atau dilupakan Tuhan adalah pengalaman yang paling berat. Beberapa orang bahkan mengingatnya sebagai pengalaman terdalam. Pengalaman terdalam, sebagaimana pengalaman puncak adalah titik berangkat yang mengubah pandangan dan penilaian seseorang akan hidup dan sekitarnya termasuk tentang Tuhan. Pengalaman terdalam dapat terjadi beberapa kali dalam hidup, namun tidak sering. Salah satu pengalaman terdalam umat Yehuda adalah pembuangan.

Perikop hari ini adalah tentang kesetiaan TUHAN pada umat-Nya, Yehuda. Asyur akan menerobos masuk ke Yehuda. Asyur akan memporakporandakan Yehuda tiada ampun. Percuma Yehuda melawan Asyur, sebab semuanya sia-sia. Sikap Yehuda, menyerah dan pasrah saja. Namun, di balik kehancuran Yehuda karena dibiarkan TUHAN, Yesaya memberitakan penyertaan TUHAN. Yesaya memberitakan supaya umat jangan meninggalkan TUHAN. Sebab, akan datang waktunya TUHAN memulihkan Yehuda. Anak Yesaya adalah tanda akan adanya pengharapan pemulihan atas Yehuda itu.

Beberapa hari yang lalu kita merenungkan, TUHAN meninggalkan Israel. Tuhan meninggalkan umat-Nya, namun tak selamanya demikian. Allah tetap setia pada umat-Nya, sekalipun kita tidak setia. Hal terbaik ketika merasa ditinggal sendiri oleh Tuhan adalah tetap berpegang dan berharap pada-Nya. Ia tidak pernah benar-benar melepaskan kita selamanya.


 

DOA:

Pimpinlah setiap orang di dalam kesendiriannya untuk tetap menaruh harap pada-Mu. Amin.

Mzm. 115; Yes. 8:1-15; Luk. 5:27-32

 

Latest ARTICLE