07 October 2018 / Renungan Harian

Allah Tidak Pernah Menyerah


media

Allah Tidak Pernah Menyerah
Ibrani 1:1-4

Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara … maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya …. (Ibr. 1:1-2)

Wu Shu Yu adalah seorang anak laki-laki dari sebuah keluarga sederhana dari Jiu Jiang, Provinsi Jiang Xi, China. Ia lumpuh sejak lahir dari pinggang ke bawah, karena kelainan syaraf tulang belakang. Sekalipun Wu mengalami kelumpuhan, ia tetap bisa bersekolah karena bertahun-tahun ayahnya telah menjadi kakinya. Sang ayah menggendong Wu ke sekolah, bahkan hingga Wu masuk SMA dengan berat badan 75 kg. Sang ayah memilih berhenti bekerja untuk mengantar dan mendampingi Wu ke sekolah. Itulah perjuangan sang ayah agar dapat memenangkan sang anak.

Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak pernah menyerah untuk tetap mengasihi manusia, meskipun manusia amat sering mengecewakan bahkan meninggalkan-Nya. Allah terus melakukan segala usaha untuk menyapa dan menolong manusia. Ia memberi pengajaran, peringatan bahkan teguran semata-mata untuk mendidik manusia dan menyatakan cinta kasih-Nya.

Pada saat kita mengetahui bahwa Allah tidak pernah berhenti mengasihi kita, apakah kita akan menjadi orang yang mengabaikan bahkan meremehkan uluran tangan dan cinta kasih Allah itu? Bukankah seharusnya kita memberi respons yang positif untuk menjadi umat Allah yang sungguh-sungguh bersyukur atas kebaikan Allah itu? Bukankah kita semestinya juga menjadi umat Allah yang mengerjakan tugas panggilan kita seperti yang diminta oleh Tuhan?


DOA:
Tuhan, lembutkanlah hati kami agar kami memahami dan menerima cinta kasih-Mu dan meneruskannya kepada sesama kami. Amin.

Kej. 2:18-24; Mzm. 8; Ibr. 1:1-4; 2:5-12; Mrk. 10:2-16

Latest ARTICLE