02 April 2017 / Renungan Harian

ALLAH yang Berbelarasa


media

ALLAH yang Berbelarasa

Yohanes 11:1-45

...maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu... (Yoh.11:33)

Pada Oktober 2015 sebuah pesawat mengalami kecelakaan di Sulawesi Selatan. Beragam spekulasi muncul mengenai penyebab jatuhnya pesawat itu. Ada yang menyebutkan kecelakaan itu karena kondisi pesawat yang sudah tidak laik terbang. Ada yang menyebutkan karena kondisi cuaca yang buruk dan yang lain mnyebutkan karena human error. Apa pun sebabnya, yang pasti, keluarga penumpang pesawat sangat terpukul dengan bencana itu.

Peristiwa sakit dan kematian Lazarus merupakan bencana bagi Marta dan Maria. Yesus pun merasakan kesedihan mendalam. Hati Yesus masygul ketika Ia melihat Maria menangis dan mendengar percakapan orang banyak waktu itu. Yesus memiliki hubungan yang dekat dengan Marta, Maria, dan Lazarus. Hal itulah yang membuat-Nya merasakan haru dan sedih. Sikap Yesus ini merupakan penggambaran Allah yang berbelarasa. Selain itu, melalui peristiwa itu, Allah juga ingin menyingkapkan bahwa Anak-Nya berkuasa atas kematian. Sakit yang diderita oleh Lazarus merupakan sarana Allah untuk menyatakan kemuliaan melalui Anak-Nya (ay.4). Yesus berkuasa atas semua peristiwa yang terjadi dalam hidup kita.

Kemalangan dan bencana terjadi tanpa diharapkan. Tidak seorang pun yang berencana ingin mengalaminya. Namun, ketika hal itu terjadi, ingatlah bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang berbela rasa sekaligus berkuasa atas hidup kita kini, nanti dan selamanya.

 


Doa:

Yesus, Anak Allah, mampukan kami memaknai setiap peristiwa dalam hidup ini dalam terang iman kami kepada-Mu. Amin.

 

Yeh.37:1-14; Mzm.130; Rm.8:6-11; Yoh.11:1-45

Latest ARTICLE