14 April 2018 / Renungan Harian

Aman Dalam Kesesakan


media

Aman Dalam Kesesakan
Mazmur 4

Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman. (Mzm. 4:9)

Dalam sebuah mobil angkutan kota yang penuh sesak, seorang anak kecil tidur dengan nyenyak dalam gendongan ibunya. Panas terik di siang hari, impitan para penumpang, dan ramainya suara klakson kendaraan dalam kemacetan tidak membangunkan tidurnya. Sesekali ia membuka matanya, sekilas melihat wajah sang ibu, kemudian kembali bersandar dan tertidur dalam dekapan ibunya.

Tidak peduli bagaimana keadaan di sekelilingnya, ketika anak itu tahu bahwa ia ada bersama ibunya, ia merasa aman sehingga dapat kembali terlelap dalam tidurnya. Dalam Mazmur 4, Pemazmur mengungkapkan perasaan yang sama. Sekalipun harus mengalami kesesakan karena menghadapi banyak orang yang berusaha untuk menodai kemuliaannya, ia tahu bahwa Tuhanlah Allah yang memberi kelegaan kepadanya. Ia tahu bahwa Tuhanlah Allah yang mendengar seruan doanya dan memperlihatkan apa yang baik kepadanya. Karena itu, di dalam kesesakan sekalipun, Pemazmur tetap merasa aman. Ia dapat membaringkan diri dengan tenteram dan tidur dengan nyenyak.

Kita tidak bisa menghindar dari berbagai kesesakan dalam hidup kita. Namun, kita bisa tetap tinggal dengan tenteram dan aman jika kita tahu kepada Siapa kita percaya. Tuhan yang telah memilih kita menjadi milik kepunyaan-Nya sanggup menjaga dan memelihara kita. Karena itu, jangan marah dalam kesesakan, percayalah Tuhan menjamin kelegaan.



DOA:
Tuhan, sekalipun kami mengalami kesesakan, tolong kami untuk tetap percaya pada pemeliharaan-Mu. Amin.

Mzm. 4; Kis. 3:1-10; Luk. 22:24-30

Latest ARTICLE