03 January 2018 / Renungan Harian

Ambisi yang Berhikmat


media

Ambisi yang Berhikmat

Yakobus 4:1-10

Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan berkelahi. (Yak. 4:2)

Manusia dilengkapi Tuhan bukan hanya dengan akal budi, melainkan juga dengan keinginan atau hasrat terhadap apa yang dianggapnya menarik. Keinginan, hasrat, atau minat yang kuat dalam diri seseorang untuk menggapai sesuatu disebut ambisi. Salahkah kalau kita punya ambisi? Tentu tidak! Ambisi sangat diperlukan dalam kehidupan kita. Ia bagaikan sumber kekuatan atau tekad untuk mengubah keadaan. Ambisi menjadi sangat positif apabila dikendalikan oleh hikmat. Sebaliknya, ketika ego memegang kendali, maka ambisi berubah menjadi ambisius. Orang ambisius aakn menghalalkan apa saja untuk memenuhi hasratnya.

Rupanya ada anggota jemaat yang ambisius di jemaat Yakobus. Pikiran mereka dikuasai oleh nafsu duniawi. Akibatnya, mereka tidak segan membunuh, hatinya dikuasai oleh iri dengki, lalu bertengkar dan berkelahi. Doa dan ibadah dipakai bukan hanya untuk menyenangkan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama, melainkan dijadikan alat untuk mendapatkan apa yang mereka ingini.

Berkaca dari peringatan Yakobus, marilah kita memeriksa kembali ambisi dalam diri kita. Apakah ambisi kita dikendalikan oleh hikmat Tuhan sehingga kita berusaha sekuat tenaga mewujudkan kehendak Tuhan ataukah selama ini kita menjadi orang ambisius yang berkedok ibadah? Periksalah juga doa-doa kita, apakah hanya untuk kepentingan sendiri ataukah kepentingan orang lain juga?

 


Refleksi:

Kendalikanlah ambisi kita oleh hikmat dari Tuhan agar mampu melakukan kehendak-Nya dengan optimal.

 

Mzm. 110; Ams. 1:20-33; Yak. 4:1-10

Latest ARTICLE