02 June 2017 / Renungan Harian

Anak ALLAH


media

Anak ALLAH

Roma 8:14-17

Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. (Rm. 8:14)

Menjadi seorang anak adalah sebuah kebahagiaan. Kita memiliki orang tua dan menyebutnya ayah dan ibu. Kita mendapat kasih, pengajaran, bahkan warisan. Warisan itu berbentuk iman, ilmu, dan mungkin juga harta. Kita juga berbahagia ketika orang lain menganggap atau mengangkat kita menjadi anaknya. Terlebih, betapa kita berbahagia ketika Tuhan Allah memilih dan menjadikan kita sebagi anak-anak-Nya.

Rasul Paulus mengatakan, "Oleh Roh itu kita berseru: `ya Abba, ya Bapa!` Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia." (ay. 15-17).

Sebagai anak Allah, hidup kita sehari-hari mestinya dikuasai oleh Roh Kudus. Dengan demikian, hidup kita pun akan dipenuhi dengan kasih kepada Tuhan. Dengan penuh syukur, mari kita melantunkan pujian "Ku Mau Cinta Yesus Selamanya." `Ku mau cinta Yesus selamanya/ `Ku mau cinta Yesus selamanya/ Meskipun badai silih berganti dalam hidupku/ `Ku tetap cinta Yesus selamanya/ Ya Abba, Bapa, ini aku anak-Mu/ Layakkanlah seluruh hidupku/ Ya Abba, Bapa, ini aku anak-Mu/ Pakailah sesuai dengan rencana-Mu.

 


Doa:

Terima kasih, Tuhan, karena Engkau menjadikan kami sebagai anak-Mu. Amin

 

Mzm. 33:12-22; Kel. 19:16-25; Rm. 8:14-17

Latest ARTICLE