11 August 2017 / Renungan Harian

Apolos


media

Apolos

Kisah Para Rasul 18:24-28

...maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. (Kis. 18:27)

Dalam menjalani hidup ini, kita berjumpa dengan banyak orang. Dalam perjumpaan itu, ada orang yang memberi kesan mendalam dan ada pula yang tidak. Demikian pula kesan kita kepada mereka. Ada yang menganggap kehadiran kita begitu berguna bagi mereka, tetapi ada pula yang menganggap kehadiran kita tidak memberi pengaruh apa-apa atas mereka.

Kisah Para Rasul 18:24-28 menceritakan tentang Apolos, seorang Yahudi yang berasal dari Alexandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir tentang Kitab Suci. Ia telah menerima pengajaran dalam jalan Tuhan. Dengan bersemangat, ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes. Karena itu, perjumpaannya dengan Priskila dan Akwila di Efesus menjadi penting dan mengubah dirinya. Terbukti bahwa Apolos bukan hanya seorang yang sungguh-sungguh mau mengajar, tetapi ia juga mau terus belajar. Hal itu yang juga membuat jemaat di Efesus mau membuat surat rekomendasi untuk jemaat di Akhaya ketika Apolos ingin menyeberang ke sana. Di Akhaya pun, Apolos menjadi orang yang sangat berguna bagi jemaat.

Kisah itu mengundang kita untuk introspeksi diri. Sudahkah kehadiran kita bermakna bagi orang lain? Apakah kita mau terus belajar dan membarui diri bersama orang lain? Dengan kasih karunia Allah, semoga kita bisa menjadi orang yang sangat berguna bagi orang lain.

 


 Doa:

Tuhan, jadikanlah hidup kami berguna bagi sesama. Amin.

 

Mzm. 85:9-14; 1Raj. 18:17-19, 30-40; Kis. 18:24-28

Latest ARTICLE