15 July 2018 / Renungan Harian

Balaslah Dengan Kasih


media
Balaslah Dengan Kasih
Markus 6:14-29
 
… Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat …. (Mrk. 6:19)
Saya mengenal sebuah keluarga yang suaminya berselingkuh. Ketika mengetahui suaminya selingkuh, sang istri sangat marah kepada suaminya. Dalam kemarahannya ia berkata, “Bila kamu bisa selingkuh, mengapa saya tidak?” Maka istri itu pun balas dendam, ia pun berselingkuh. Beberapa waktu kemudian keluarga itu bercerai. Dalam kisah lain yang sejenis, seorang istri mengetahui suaminya selingkuh. Namun, sang istri mengampuni kesalahan suaminya dan berharap tidak ada lagi janji setia diingkari. Dalam perjalanan waktu, keluarga itu tetap menyatu dan bahagia. Ada dua kisah sejenis namun hasil akhirnya sangat berbeda. Yang satu hancur karena balas dendam, yang lain lebih harmonis karena cinta dan pengampunan.
Herodias dendam kepada Yohanes karena Yohanes pernah menegur raja Herodes dan berkata, “Tidak halal engkau mengambil istri saudaramu!” Sebagai penegak moral, Yohanes melakukan tugasnya dan menegur Herodes yang telah melanggar hukum. Namun, kritikan Yohanes disikapi buruk oleh Herodias. Ia dendam kepada Yohanes. Dengan cara sadis, ia membunuh Yohanes melalui anaknya yang menari bagus saat perayaan ulang tahun Herodes.
Masih ingatkah kapan Anda mengungkapkan dendam kepada orang lain? Apakah itu membahagiakan Anda? Pasti tidak! Ia hanya memuaskan amarahmu dan tidak kebahagiaanmu. Karena dendam tidak pernah memberi kedamaian. Yang membuat hidup kita damai adalah pengampunan.
 
REFLEKSI:
Jangan hidupmu dikuasai dendam, melainkan dikuasai pengampunan.
 
Am. 7:7-15; Mzm. 85:9-14; Ef. 1:3-14; Mrk. 6:14-29

Latest ARTICLE