12 February 2020 / Renungan Harian

BELAJAR DARI SEMUT


media

Amsal 6:6-23

Hai pemalas, pergilah kepada semut .... (Ams. 6:6)

“Thank God it’s Friday!” adalah slogan yang mengandaikan bahwa hari libur adalah hari yang indah. Ada juga slogan “I hate Monday!” mengandaikan jenuhnya hari-hari kerja. Bisakah membayangkan kehidupan orang dengan filosofi ini? Libur menjadi hari yang dinantikan, tetapi hari kerja dibenci.

Menit-menit terakhir di tempat tidur adalah saat yang sangat enak bagi orang yang suka tidur. Mengapa orang menunda bangun dan tidur kembali? Bisa jadi karena ingin menghindari pekerjaan dan tanggung jawab pada hari itu; ingin melupakan kerasnya hidup dan perjuangan yang harus dilakukan. Namun, Amsal mengingatkan kita untuk mawas diri agar tidak jatuh dalam kemalasan yang kelak akan merugikan diri kita. Bukan berarti kita tidak boleh istirahat atau tidur. Allah sendiri yang memberikan Sabat kepada Israel; berhenti dari segala pekerjaan mereka sekali seminggu supaya mereka bisa beristrahat dan memulihkan diri. Makna nasihat ini, ialah kita jangan beristrahat, apalagi bermalas-malasan ketika kita seharusnya bekerja. Semut adalah contoh makhluk yang selalu bekerja dengan tertib dan teratur di segala waktu. Kemalasan akan merugikan kita, sebab akan mendatangkan kemiskinan. Kemiskinan akan menghalangi kita menikmati istirahat yang seharusnya dapat kita nikmati.

“Tidur sebentar lagi” adalah penundaan yang merugikan diri kita sendiri. Tidak ada kata terlambat untuk berubah. Mari berubah menjadi lebih semangat, rajin dan produktif utuk kemuliaan Tuhan.

DOA: Tuhan, ajarlah aku hidup produktif, dan jauh dari sikap menunda-nunda atau malas.
“Thank God it’s Friday!” adalah slogan yang mengandaikan bahwa hari libur adalah hari yang indah. Ada juga slogan “I hate Monday!” mengandaikan jenuhnya hari-hari kerja. Bisakah membayangkan kehidupan orang dengan filosofi ini? Libur menjadi hari yang dinantikan, tetapi hari kerja dibenci.

Menit-menit terakhir di tempat tidur adalah saat yang sangat enak bagi orang yang suka tidur. Mengapa orang menunda bangun dan tidur kembali? Bisa jadi karena ingin menghindari pekerjaan dan tanggung jawab pada hari itu; ingin melupakan kerasnya hidup dan perjuangan yang harus dilakukan. Namun, Amsal mengingatkan kita untuk mawas diri agar tidak jatuh dalam kemalasan yang kelak akan merugikan diri kita. Bukan berarti kita tidak boleh istirahat atau tidur. Allah sendiri yang memberikan Sabat kepada Israel; berhenti dari segala pekerjaan mereka sekali seminggu supaya mereka bisa beristrahat dan memulihkan diri. Makna nasihat ini, ialah kita jangan beristrahat, apalagi bermalas-malasan ketika kita seharusnya bekerja. Semut adalah contoh makhluk yang selalu bekerja dengan tertib dan teratur di segala waktu. Kemalasan akan merugikan kita, sebab akan mendatangkan kemiskinan. Kemiskinan akan menghalangi kita menikmati istirahat yang seharusnya dapat kita nikmati.

“Tidur sebentar lagi” adalah penundaan yang merugikan diri kita sendiri. Tidak ada kata terlambat untuk berubah. Mari berubah menjadi lebih semangat, rajin dan produktif utuk kemuliaan Tuhan.

DOA: Tuhan, ajarlah aku hidup produktif, dan jauh dari sikap menunda-nunda atau malas.

Mzm. 119:105-112; Ams. 6:6-23; Yoh. 8:12-30

Latest ARTICLE