12 August 2019 / Renungan Harian

BERANI HIDUP BERKENAN


media

BERANI HIDUP BERKENAN
Ibrani 11:1-7

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibr. 11:1)

Seorang anak Sekolah Minggu bercerita kepada saya bahwa nilai ujiannya tidak cukup baik, tetapi masih masuk dalam standar lulus. Bukan cerita tentang nilainya yang menarik, tetapi pengakuannya, “Saya tidak mencontek seperti teman-temanku yang nilainya bagus.” Kisah di atas menunjukkan bahwa ada orang-orang yang mengejar hasil, tanpa menjadi berkenan kepada Allah untuk mencapainya.

Banyak orang mengatakan beriman, tetapi tidak mewujudkan hidup yang berkenan kepada Allah. Beriman bukanlah sekadar mengatakan percaya kepada Tuhan. Beriman adalah keberanian untuk hidup berkenan kepada Allah (ay. 6). Ibrani 11 menunjukkan para teladan iman yang memiliki keberanian untuk hidup berkenan kepada Allah. Mereka menjalani imannya dengan segala risiko dalam prosesnya. Dari para teladan iman tersebut, kita melihat bahwa beriman bukan hanya soal hasil yang diperoleh dengan baik dan memuaskan, tetapi soal ketaatan kepada Allah dengan hidup berkenan kepada-Nya.

Saudara, bagaimana dengan capaian-capaian dalam hidup Anda? Apakah Anda mencapainya dengan cara yang berkenan kepada Allah? Tidak ada keberhasilan yang hakiki, jika keberhasilan itu kita lakoni dengan cara hidup yang tidak berkenan kepada Allah. Ibu Teresa pernah berkata, “Keberhasilanmu bukan soal berapa besar materi yang kamu peroleh, tetapi berapa banyak relasi yang engkau bangun.”

DOA:

Ya Allah, mampukan saya untuk mencapai keberhasilan dengan cara yang berkenan kepada-Mu. Amin.

Mzm. 89:2-19; 2Taw. 33:1-17; Ibr. 11:1-7

Latest ARTICLE