02 August 2018 / Renungan Harian

Berani Susah


media
Berani Susah
Keluaran 12:33-42
 
Lalu bangsa itu mengangkat adonannya, sebelum diragi, dengan tempat adonan mereka terbungkus dalam kainnya di atas bahunya. (Kel.12:34)
Ada peribahasa Indonesia yang berbunyi: “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Peribahasa ini mau menyatakan bahwa untuk mendapatkan kesenangan di kemudian hari kita harus berani susah terlebih dahulu. Bangsa Israel dijanjikan tanah yang berlimpah madu dan susu oleh Allah. Tetapi untuk mencapai tanah ini mereka harus mau bersusah-susah melintasi padang gurun. Kepada mereka dijanjikan kehidupan yang lebih baik daripada kehidupan sebagai budak di Mesir, tetapi untuk mendapatkannya mereka harus berani mengambil keputusan, yakni melangkah meninggalkan tanah Mesir.
Dengan terburu-buru mereka harus meninggalkan tanah perbudakan menuju sebuah pembebasan. Adonan roti belum diragi diangkat bersama tempat adonannya. Mereka tidak sempat menyediakan bekal. Adonan itulah yang kemudian dibakar menjadi roti bundar yang tidak beragi dan menjadi makanan mereka. Ternyata perjalanan yang harus ditempuh untuk sampai ke tanah yang berlimpah madu dan susu itu memakan waktu sampai empat puluh tahun. Dalam perjalanan itu Allah mengajar dan membentuk umat-Nya. Mereka dilatih untuk percaya dengan sepenuh hati dan mengandalkan kuasa-Nya.
Terkadang jalan yang kita tempuh bersama Tuhan tidak enak, tetapi percayalah jalan itu akan berujung pada kebaikan dan kesenangan dalam Tuhan.

DOA:
Tuhan, teguhkan hatiku untuk terus berjalan bersama-Mu walau sulit karena aku tahu jalan itu mendatangkan kebaikan bagiku. Amin!
 
Mzm. 78:23-29; Kel. 12:33-42; 1Kor. 11:17-22

Latest ARTICLE