04 March 2017 / Renungan Harian

Bergumul dengan Dosa


media

Bergumul dengan Dosa

Mazmur 51

...aku senantiasa bergumul dengan dosaku. (Mzm.51:5)

"Aku sudah berdosa kepada Tuhan," kata Daud kepada Nabi Natan (2Sam.12:13). Sedikitnya ia telah melanggar lima butir dari Sepuluh Firman. Ketika dosa tak diakui, dosa itu akan menggiring manusia ke dalam dosa berikutnya.

Perzinaan Daud membuat dia membunuh Uria untuk menyembunyikan kesalahannya. Daud mengawini Batsyeba agar Batsyeba tetap dalam pengawasannya dan tidak menceritakan perselingkuhan itu. Perkawinan itu juga bisa memberi kesan bahwa Daud sungguh pribadi peduli dengan mengangkat nasib seorang janda pahlawan. Daud melakukan kebohongan publik. Dalam hidup Daud, dosa makin beranak pinak. Kok bisa? bukankah Daud pilihan Allah? Apa yang kurang dari dirinya yang begitu beriman mengalahkan Goliat, bahkan tak tega membunuh Saul yang berkali-kali ingin membunuhnya? Mengapa Daud jatuh ke dalam dosa? Untuk semuanya itu, Daud mengaku: "Dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku" (Mzm.51:7). Manusia tidak lepas dari jerat dosa.

Karena itulah, Daud memohon: "Aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku" (Mzm.51:5). Ini jugalah yang seharusnya menjadi permohonan kita karena selama kita hidup, kita masih senantiasa bergumul dengan dosa kita. Tidak ada manusia yang kebal dari jerat dosa. Waspadalah!

 


Refleksi:

Tidak ada manusia kebal dari jerat dosa.

 

Mzm.51; Yes. 58:1-12; Mat.18:1-7

Latest ARTICLE