04 July 2018 / Renungan Harian

Berharaplah Kepada Tuhan


media
Berharaplah Kepada Tuhan
Mazmur 88
 
Ya TUHAN, Allah yang menyelamatkan aku, siang hari aku berseru-seru, pada waktu malam aku menghadap Engkau. (Mzm. 88:2)
“Mengapa kamu masih bertahan?” tanya seseorang kepada sahabatnya yang sering kali dilukai oleh suaminya. Ibu itu menjawab, “Aku mencintainya dan berharap melihatnya berubah!”
Sepertinya, ungkapan senada dapat kita tanya kepada pemazmur, “Mengapa ia masih berharap kepada Tuhan?” Siang dan malam ia berseru kepada Tuhan namun permohonannya seolah-olah tidak didengar-Nya. Malahan, penderitaan dan sakit yang dideritanya semakin berat. Malapetaka sering kali dialaminya. Ternyata tidak hanya sakit fisik yang membuatnya menderita. Kenalan dan sahabat satu per satu menjauh darinya (ay. 9 dan 19), membuat penderitaannya semakin berat. Lantas, mengapa ia masih dapat bertahan di tengah deritanya? Jawabnya: Allah-lah yang membuat dia bertahan! Pengakuan itu diungkapkan dengan indah, katanya, “Ya TUHAN, Allah yang menyelamatkan aku ….” Ia sangat yakin bahwa Tuhan -yang kepadanya ia datang - akan menyelamatkannya.
Ketika siang dan malam kita berdoa agar Tuhan menyembuhkan sakit yang kita derita namun sakit yang kita alami tidak kunjung sembuh; ketika kita terus berdoa agar Tuhan memercayakan kepada kita seorang anak namun belum juga diberikan-Nya; ketika doa dan permohonan kita belum terkabulkan dan hidup yang kita jalani tidak seperti yang kita harapkan; masihkah kita bertahan dan berharap kepada Tuhan? Baiklah kita seperti pemazmur yang yakin bahwa Ia penyelamat kita.

REFLEKSI:
Teruslah berjuang dan berharap, karena dunia ini memerlukan orang yang selalu berpengharapan.
 
Mzm. 88; 2Raj. 20:1-11; Mrk. 9:14-29

Latest ARTICLE