24 February 2017 / Renungan Harian

Beriman Itu Mampu Menolak


media

Beriman Itu Mampu Menolak

Ibrani 11:23-28

Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun... (Ibr.11:24)

Pada 9 Juli 2015, dunia peradilan kita geger. Ketua dan anggota majelis hakim, bersama 1 orang panitera Pengadilan Tata Usaha Negara di Medan, tertangkap tangan oleh KPK menerima suap. Suap ribuan dollar itu melibatkan juga pengacara papan atas. Hakim seharusnya bukan jabatan sembarangan karena di tangannya ada kuasa untuk mengadili. Banyak orang ingin mempengaruhi hakim untuk memenangkan perkaranya. untuk tetap berdiri tegak, seorang hakim memerlukan kemampuan untuk menolak berbagai bujuk rayu dari pihak-pihak yang berpekara,

Musa adalah seorang pemimpin besar bahkan terbesar dalam sejarah bangsa Israel. Dalam surat Ibrani, Musa dicatat sebagai salah satu pahlawan iman. Penulis surat Ibrani mencatat salah satu rahasia Musa sebagai pemimpin. Musa adalah seorang beriman kepada Allah yang mampu menolak segala kenyamanan, kenikmatan, dan fasilitas demi kepatuhannya kepada Allah. Ia memiliki iman yang membuatnya mampu menolak apa yang harus ditolak. Ia menolak kenyamanan jika itu menghalanginya untuk melaksanakan kehendak Allah.

Kejatuhan orang beriman acap kali dimulai oleh ketidakmampuannya menolak perangkap berupa kenikmatan dan kenyamanan di bumi ini. Para hakim menerima suap bukan karena mereka tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah, melainkan karena mereka tidak mampu menolak apa yang seharusnya mereka tolak.

 


Doa:

Tuhan, tolong kami untuk menolak apa yang seharusnya kami tolak. Amin

 

Mzm.2; Kel.19:9b-25; Ibr.11:23-28

Latest ARTICLE