30 April 2017 / Renungan Harian

Berjalan Bersama


media

Berjalan Bersama

Lukas 24:13-35

...datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.  (Luk. 24:15)

Puisi "Jejak Langkah" adalah puisi karya Marry Stevenson yang populer. Puisi itu mengungkapkan kisah pribadi Marry bahwa dalam hidupnya Tuhan senantiasa menemaninya sekalipun ia sering tidak menyadarinya. Puisi itu menguatkan banyak orang.

Dua murid Yesus yang sedang dalam perjalanan ke Emaus juga tidak sadar bahwa Yesus ada bersama mereka. Mereka malah menganggap Yesus adalah orang asing yang ketinggalan berita Kebangkitan Yesus (ay. 18). Yesus tidak menggubris anggapan itu dan Ia malah seakan ingin mengetahui apa yang ada dalam benak kedua murid-Nya itu. Setelah semua didengar-Nya, Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam Kitab Suci. Itu pun tidak lalu membuat mereka memahami dan mengenal Yesus. Yesus pun menerima tawaran mereka untuk menginap. Barulah setelah Ia mengambil roti dan memecah-mecahkannya, kedua murid itu sadar bahwa orang asing itu adalah Yesus. Dalam ketidakmengertian kedua murid-Nya, Yesus memilih mendampingi mereka. Berjalan bersama mereka sampai ke tujuan.

Ketika badai persoalan membutakan mata iman kita, Tuhan tidak membiarkan kita seorang diri. Ia mau berjalan bersam akita agar kita memahami cara-Nya mengasihi kita. Jika Tuhan saja mau berjalan bersama kita, maukah kita pun berjalan bersama mereka yang mengalami penderitaan? Dengan demikian, kasih Tuhan nyata bagi mereka.

 


Doa:

Tuhan, mampukan kami untuk berjalan bersama mereka yang mengalami pergumulan dan penderitaan. Amin.

 

Kis. 2:14a, 36-41; Mzm. 116:1-4, 12-19; 1Ptr. 1:17-23; Luk. 24:13-35

Latest ARTICLE