10 April 2017 / Renungan Harian

Berkorban Bagi Sesama


media

Berkorban Bagi Sesama

Ibrani 9:11-15

...Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. (Ibr. 9:12)

Hanya sedikit orang yang memiliki kesediaan untuk berkorban bagi sesama karena kebanyakan orang lebih memilih mementingkan dirinya sendiri ketimbang orang lain. Berkorban bagi sesama adalah hal yang jarang ditemukan.

Kematian Kristus merupakan peristiwa yang agung dan sarat makna. Bagi penulis Surat Ibrani, kematian Kristus memberi makna baru praktik persembahan kurban penghapusan dosa. Semula ritual itu hanya bersifat lahiriah, kini bersifat batiniah. Semula bersifat ekslusif atau berlaku hanya bagi orang yang mempersembahkan kurban, tetapi kini, berlaku bagi setiap orang yang terpanggil oleh-Nya. Bukan domba atau anak lembu, melainkan Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat. Hidup-Nya dipersembahkan-Nya sebagai kurban penebusan dosa bagi semua orang. Ia melakukan karya penebusan sekali dan untuk selamanya. Tidak ada yang dapat melakukannya selain Kristus sendiri. Melalui Kristus, setiap orang dimungkinkan untuk memperoleh keselamatan (ay.15).

Kristus mati untuk menyelamatkan kita semua dari kebinasaan. Kita yang hidup di masa kini memiliki tugas untuk menyatakan karya penebusan-Nya itu kepada sesama. Salah satu bentuknya adalah dengan mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang sejati kepada-Nya. Melalui hidup kita, orang lain dapat berjumpa dengan Kristus sehingga mereka pun diselamatkan.

 


Doa:

Kristus, biarlah melalui kami, setiap orang dapat berjumpa dan merasakan kasih-Mu. Amin.

 

Yes. 42:1-9; Mzm. 36:5-11; Ibr. 9:11-15; Yoh. 12:1-11

Latest ARTICLE