16 May 2018 / Renungan Harian

Berpisah Untuk Bertemu Kembali


media

Berpisah Untuk Bertemu Kembali
Yohanes 16:16-24

Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.” (Yoh. 16:21)

Para pakar terapi keluarga mempunyai saran menarik untuk menjaga keharmonisan suami istri. Sarannya: pasangan suami istri perlu sekali-sekali sengaja menjauhkan diri satu sama lain demi untuk memelihara cinta kasih di antara mereka.

Perpisahan sementara suami istri justru membuat masing-masing pihak begitu merindukan yang lain, bagaikan pegas besi yang makin ditarik merenggang makin kuat pula daya untuk mendekat dan menyatu kembali. Ketika suami istri berpisah sementara, masing-masing pihak bisa menyadari serta merasakan betapa sangat berartinya pasangannya bagi dirinya.

Itulah pula yang dikatakan Yesus kepada murid-murid-Nya. Perpisahan Yesus dengan kita bukanlah perpisahan permanen, melainkan sementara. Perpisahan itu justru akan membuat kerinduan kita kepada Yesus makin besar. Di dalam penantian untuk bertemu kembali dengan Yesus itulah, kita bisa merasakan cinta yang luar biasa dalam hati kita kepada diri Yesus. Di dalam penantian itu pulalah, kita menyadari betapa sangat berartinya Yesus bagi kita, dan diri kita bagi Yesus. Jika seandainya tidak ada perpisahan sementara dengan Yesus, maka hubungan kita dengan Yesus akan berjalan begitu saja, tanpa refleksi, tanpa evaluasi. Kelak ketika kita berjumpa kembali dengan Yesus, sukacita kita pun tak terkatakan, bagaikan suami istri yang bertemu kembali setelah berpisah sementara.



REFLEKSI
:
Masa penantian bukanlah masa untuk meratap, namun masa untuk merenungkan dan merasakan cinta kita pada Yesus.

Mzm. 115; Ezr. 9:5-15; Yoh. 16:16-24

Latest ARTICLE