29 September 2017 / Renungan Harian

Bersaksi Daripada Bergosip


media

Bersaksi Daripada Bergosip

Kisah Para Rasul 13:32-41

"Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita..." (Kis. 13:32-33)

Gosip, dogosok makin sip. Banyak orang suka bergosip dan biasanya tentang kejelekan orang lain, bukan tentang kebaikannya. Hal itu bukan saja di lingkup kehidupan jemaat. Hal yang jelek-jelek itu terasa nikmat untuk diceritakan kepada orang lain, sementara hal-hal yang baik begitu susah untuk disampaikan kepada orang lain.

Bersaksi itu bercerita. Umat Tuhan dipanggil untuk menceritakan kasih dan kebaikan Allah kepada orang lain. Allah begitu mengasihi manusia dan tidak rela manusia menghancurkan dirinya sendiri dengan cara menenggelamkan diri dalam dosa. Allah bertindak untuk menyelamatkan manusia dengan cara-Nya. Cara yang dipilih Allah adalah dengan mendatangi manusia di dalam diri Tuhan Yesus. Kehadiran Yesus adalah kehadiran Allah sendiri. Tindakan penyelamatan selanjutnya adalah peristiwa salib dan kebangkitan Yesus yang mendatangkan kemenangan atas dosa. Tindakan penyelamatan Allah di dalam Kristus Yesus itu membawa pembebasan dan keselamatan bagi manusia. Kabar gembira itulah yang seharusnya diteruskan oleh kita yang telah mendengarnya dan percaya kepada Tuhan Yesus.

Daripada bergosip tentang kejelekan orang lain, sudah sepantasnya umat Tuhan menggunakan akal budi dan mulutnya untuk menceritakan kasih Allah yang luar biasa di dalam Tuhan Yesus.

 


Refleksi:

Daripada bergosip tentang kejelekan orang lain, kita lebih baik bersaksi tentang kebaikan Tuhan.

 

Mzm. 25:1-9; Yeh. 18:5-18; Kis. 13:32-41

Latest ARTICLE