30 September 2017 / Renungan Harian

Bertanggung Jawab Sendiri


media

Bertanggung Jawab Sendiri

Yehezkiel 18:19-24

"Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya." (Yeh. 18:20)

Siapakah yang mempertanggungjawabkan hidup kita di hadapan Tuhan? Apakah orang lain dapat bertanggung jawab terhadap kesalahan kita? Tentunya tidak. Pihak yang paling bertanggung jawab terhadap apa yang telah kita pikirkan dan lakukan adalah diri kita sendiri.

Firman Tuhan melalui Nabi Yehezkiel tegas mengatakan bahwa setiap orang harus menanggung dosa dan kesalahannya sendiri, bukan orang lain. Anak menanggung buah kesalahannya sendiri, bukan orang tuanya, dan demikian juga sebaliknya. Oleh karena itu, setiap orang harus terus berusaha hidup dalam rasa takut akan Tuhan dan siap mempertanggungjawabkan hidupnya sendiri di hadapan Tuhan. Pertobatan seseorang dari dosanya akan berbuahkan pengampunan dari Tuhan. Itulah Tuhan yang karena kasih-Nya tidak menghendaki kematian orang berdosa, tetapi kehidupannya di dalam pertobatan. Dalam kasih-Nya, Tuhan tidak lagi mengingat-ingat kesalahan yang telah kita perbuat asalkan kita hidup di dalam kebenaran-Nya.

Dihadapan Tuhan, tiap orang harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya masing-masing. Oleh karena itu, penting bagi semua orang, terutama bagi umat Tuhan, untuk memiliki kehidupan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, yaitu kehidupan yang sesuai dengan firman-Nya.

 


Refleksi:

Setiap orang mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri di hadapan Tuhan.

 

Mzm. 25:1-9; Yeh. 18:19-24; Mrk. 11:27-33

Latest ARTICLE