17 March 2018 / Renungan Harian

Bertanya Dan Memuji


media

Bertanya Dan Memuji
Habakuk 3:2-13

Engkau berjalan maju untuk menyelamatkan umat-Mu, untuk menyelamatkan orang yang Kauurapi. (Hab. 3:13)

“Saya memang bukan orang sempurna. Tetapi saya sudah berusaha untuk melakukan apa yang Tuhan mau. Aktif di gereja, ikut melayani, namun mengapa Tuhan izinkan hal yang buruk ini terjadi kepada saya dan keluarga saya?” Pernahkah Anda mendengar keluhan seperti itu? Atau pernahkah Anda mengatakan seperti itu?

Ada yang menarik pada Habakuk. Sang nabi memang mengajukan pertanyaan dan pengaduan, tetapi ia juga memuji Tuhan. Ia mengetahui bahwa Yehuda melakukan kejahatan. Namun, ia menyayangkan mengapa Tuhan tidak bertindak cepat mengatasi kejahatan itu dan mengapa Tuhan memakai Babel yang lebih jahat untuk menghukum Yehuda? Namun, dalam pergumulan imannya itu, Habakuk tetap memuji Tuhan. Pasal 3 yang kita baca saat ini adalah nyanyian dan doa Habakuk. Ia mengingat Tuhan yang sudah menyelamatkan Israel di masa lalu, maka di masa kini, ia pun yakin Tuhan juga akan membebaskan Yehuda. Tuhan akan berjalan maju menyelamatkan bangsa yang telah diurapi-Nya.

Dalam masalah dan derita, pertanyaan dan gugatan bisa saja kita lontarkan, seperti yang dilakukan Nabi Habakuk. Namun, Habakuk tidak hanya mengeluh dan menggugat, ia juga memuji Tuhan dan yakin bahwa Tuhan akan bertindak menyelesaikan masalah yang diadukannya. Keyakinan seperti itu harus kita miliki juga supaya kita mempunyai harapan dan tidak terjebak dalam sikap yang negatif.



REFLEKSI
:
Bertanya kepada Tuhan bukanlah tabu. Yang tabu adalah mempersalahkan Tuhan sehingga bibir kita kehilangan pujian.

Mzm. 51:3-14; Hab. 3:2-13; Yoh. 12:1-11

Latest ARTICLE