12 April 2017 / Renungan Harian

Bertekunlah


media

Bertekunlah

Ibrani 12:1-3

...supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. (Ibr. 12:3)

Seorang pecinta tanaman hias pasti mengetahui bagaimana cara merawat dan memelihara tanaman hias agar tetap sehat, sedap dipandang mata, dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Memelihara tanaman hias membutuhkan ketekunan.

Mengikut Kristus dapat diibaratkan seperti memelihara tanaman hias. Dibutuhkan ketekunan untuk mengikut Dia setiap hari. Ketekunan itu diuji oleh beragam tantangan dan hambatan yang merupakan didikan Allah. Didikan Allah bisa hadir melalui pihak-pihak yang melemahkan ketekunan kita, membuat kita tak lagi berfokus pada Kristus, dan akhirnya berputus asa. Kristus bukan hanya Imam Besar yang kurban diri-Nya menghasilkan keselamatan, melainkan Ia juga model paling unggul dari iman yang memungkinkan para pengikut-Nya menaruh pengharapan pada janji-janji Allah. Ia dengan tekun memikul salib hingga akhir hidup-Nya (Ay. 2). Salib yang adalah kutuk ditanggung-Nya demi menyelamatkan manusia yang berdosa. Ia melakukan itu agar setiap pengikut-Nya tidak menjadi lemah dan tidak mudah berputus asa.

Kini kita diminta melakukan hal yang serupa. Memikul salib bersama Dia yang telah lebih dahulu melakukannya. Memikul salib dengan ketekunan akan memampukan kita menjalani dan mencapai kemuliaan yang disediakan Allah bagi kita. Mereka yang tiba di sana adalah mereka yang mampu bertahan dengan mengarahkan imannya kepada Kristus.

 


Doa:

Kristus, mampukan kami untuk bisa bertekun seperti-Mu. Amin.

 

Yes. 50:4-9a; Mzm. 70; Ibr. 12:1-3; Yoh. 13:21-32

Latest ARTICLE