19 March 2018 / Renungan Harian

Beruntung Itu Bergantung


media

Beruntung Itu Bergantung
2 Korintus 3:4-11

Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. (2Kor. 3:5)

“Aku melihat hidup tetanggaku beruntung, ternyata ia selalu tunduk kepada Allah untuk bergantung.” Itulah kalimat di dalam pesan yang masuk ke handphone saya. Kalimat itu pendek, tetapi memiliki makna yang begitu dalam. Kalimat itu menyingkap rahasia hidup yang beruntung.

Dalam surat kepada jemaat Korintus, Paulus membuka rahasia di balik kesanggupannya melayani. Bukan karena kehebatan mereka tetapi “kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.” Mereka bisa, karena Allah. Allahlah yang bekerja sehingga berbagai tantangan mereka mampu dihadapi dan dilewati. Bahkan, mereka dapat melihat Injil Kristus yang mereka beritakan bertumbuh dan hidup di dalam diri orang percaya di Korintus. Roh Allah bekerja di dalam pemberitaan yang dilakukan Rasul Paulus dan rekan-rekannya. Paulus dan rekan-rekannya hanyalah manusia biasa. Mereka mempunyai kelemahan sama seperti kita. Namun, mereka bergantung sepenuhnya pada Allah, sehingga mereka dapat melakukan apa yang dipercayakan Allah kepada mereka.

Hidup yang beruntung itu sederhana. Hidup beruntung bukan hanya ketika kita memiliki harta yang berlimpah, juga bukan karena jabatan dan pangkat kita yang tinggi. Bukan juga karena hidup tanpa masalah sehingga disebut hidup yang beruntung. Melainkan, hidup yang beruntung itu adalah hidup yang bergantung pada Allah. Dialah keberuntungan kita.



REFLEKSI
:
Memiliki dan mengenal Allah di dalam Yesus Kristus adalah keberuntungan dan bergantung kepada Dia adalah kebahagiaan.

Mzm. 119:9-16; Yes. 43:8-13; 2Kor. 3:4-11

Latest ARTICLE