26 March 2017 / Renungan Harian

Cara Pandang ALLAH


media

Cara Pandang ALLAH

1 Samuel 16:1-13

"Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah..." (1Sam.16:7)

 

"Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya", demikian komentar awal Samuel ketika melihat Eliab anak Isai (ay.6). Komentar itu bukan tanpa sebab. Tujuan kedatangan Samuel ke Betlehem ialah mengurapi salah seorang anak Isai untuk menjadi pengganti Raja Saul. Tentunya raja baru itu akan berhadapan dengan Saul, raja yang masih berkuasa, raja yang elok rupanya dan dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari orang sebangsanya (1Sam.9:2).

Sekali lagi, Samuel akan mengurapi seorang raja baru, raja yang akan berhadapan langsung dengan Saul. Dalam benak Samuel telah tercetak sebuah cara pandang bahwa orang yang akan diurapinya setidaknya setampan dan segagah Saul. Nah, semua itu ada dalam diri Eliab, anak sulung Isai.

Namun, Allah langsung mengoreksi cara pandang Samuel. Dengan tegas Allah menegur Samuel, "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (Ay.7). Teguran Allah itu mengajak Samuel untuk tidak menggunakan cara pandangnya sendiri. Allah ingin Samuel menggunakan cara pandang Allah.

Kenyataannya, kita kadang bersikap dan bertindak seperti Samuel. Dalam pengambilan keputusan, kita acap menggunakan cara pandang kita. Benarkah demikian?

 


Refleksi:

Karena kita hamba Allah, gunakanlah cara pandang Allah.

 

1Sam.16:1-13; Mzm.23; Ef.5:8-14; Yoh.9:1-41

Latest ARTICLE