08 April 2017 / Renungan Harian

Cepat Tidak Selalu Tepat


media

Cepat Tidak Selalu Tepat

Mazmur 31:10-17

Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: "Engkaulah Allahku!" (Mzm. 31:15)

Zaman berubah. Nilai kesabaran dan ketekunan mulai digantikan dengan mengutamakan akselerasi dan hasil akhir. Slogan seperti "lebih cepat, lebih baik" membentuk sikap manusia masa kini, termasuk ketika menghadapi pencobaan hidup. Cara instan ditempuh asalkan persoalan cepat selesai.

Pemazmur berada dalam posisi terpuruk dalam hidupnya. Duka, kelu kesah, kelemahan, dan sengsara mewarnai perjalanan hidupnya. Bahkan di hadapan lawan-lawannya, ia sudah tidak berharga lagi. Namun, dalam keadaan seperti itu, asanya tidak padam. Ia menyerahkan seluruh keberadaannya kepada Allah Sang Pemilik hidup ini. Dalam penyerahan dirinya, ada kekuatan yang membuatnya dapat bertahan di tengah kesesakan. Kekuatan itu adalah penyerahan diri yang berdasar pada pengakuan iman "Engkaulah Allahku" (ay.15). Pengakuan iman yang menyatakan bahwa Allah berkuasa penuh atas seluruh kehidupan Pemazmur. Pahit dan getir hidup Pemzmur ada di bawah kuasa Allah. Allah-lah yang berhak menentukan apakah Pemazmur akan terjatuh atau bangkit. Allah juga yang menentukan apakah ia akan terlepas dari jerat musuh-musuhnya dengan tidak mendapat malu.

Cara Allah memang tidak selalu cepat, tetapi juga tidak pernah terlambat. Pertolongan-Nya datang di waktu yang tepat. Kita diminta untuk percaya dan berserah penuh kepada rencana-Nya. Kasih setia-Nya memampukan kita bertahan di tengah cobaan.

 


Doa:

Tuhan, hidup kami ada di tangan-Mu; selamatkanlah kami oleh kasih setia-Mu. Amin.

 

Mzm. 31:10-17; Rat. 3:55-66; Mrk. 10:32-34

Latest ARTICLE