12 December 2017 / Renungan Harian

Cilukba


media

Cilukba

Mazmur 27

Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-ku"; maka wajah-Mu kucari ya TUHAN. (Mzm. 27:8)

Permainan cilukba merupakan permainan yang bisa ditemukan di seluruh penjuru dunia. Permainan ini biasa dilakukan orang tua kepada anaknya yang masih bayi. Bagi bayi, wajah orang lain mewakili kehadiran diri mereka. Oleh karena itu, tatkala kita menutup wajah kita di hadapan seorang bayi, ia segera akan mencari wajah kita yang hilang itu. Ia akan sedih dan menangis jika tidak dapat menemukan wajah kita.

Terkait dengan Mazmur hari ini, pertanyaan yang mungkin muncul adalah apakah Allah sedang bermain cilukba dengan si Pemazmur? Apakah si Pemazmur sedang merasa ditinggalkan Allah sehingga, dalam kesendiriannya, ia merasa takut dan menangis seperti bayi yang tidak bisa menemukan wajah orang tuanya?

Mungkin saja kita punya pertanyaan seperti itu. Namun, kenyataannya justru sebaliknya, manusialah yang meninggalkan Allah atau berpaling dari Allah. Allah tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya. Karena itu, Pemazmur mengaminkan firman Allah yang berkata "Carilah wajah-Ku," maka ia pun berbalik dan mencari Allah.

Ketika kita merasa ditinggalkan oleh Allah, maka pertama-tama kita harus memeriksa diri kita sendiri. Bisa jadi, kitalah yang sedang menjauh dari hadapan Allah. BIarlah firman Allah ini selalu bergema dalam hati kita: "Carilah wajah-Ku."

 


Doa:

Tuhan, kami ingin selalu mencari wajah-Mu. Amin.

 

Mzm. 27; Yes. 4:2-6; Kis. 11:1-18

Latest ARTICLE