26 July 2017 / Renungan Harian

Cinta TUHAN Tak Pernah Berubah


media

Cinta TUHAN Tak Pernah Berubah

Matius 12:15-21

"Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang." (Mat. 12:20)

Ketika masih pacaran, Dodo dan Ririn sungguh saling mengagumi. Bagi Ririn, Dodo adalah pria yang gagah dan bertanggung jawab. Sedangkan bagi Dodo, Ririn adalah calon istri yang cantik dan setia. Setelah sepuluh tahun menikah, ternyata gambaran mereka terhadap masing-masing berubah total. Mereka merasa kecewa satu sama lain. Kini yang mereka lihat hanyalah kekurangan pihak lain. Mereka sudah tidak lagi saling mengagumi. Makin lama mereka semakin merasa tertekan. Bahkan, keduanya merasa tidak mampu bertahan hidup jika masih tinggal serumah. Keduanya ingin memutuskan hubungan mereka secepat-cepatnya.

Sikap manusia sungguh berbeda dengan sikap Tuhan. Cinta Tuhan adalah cinta tanpa syarat. Apakah kita baik atau jahat, taat atau durhaka, Tuhan tetap mencintai kita. Ia tidak akan memutuskan hubungan dengan kita. "Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya" (ay. 20). Sungguh mengagumkan cinta Tuhan kepada umat manusia. Banyak hal telah dianugerahkan Tuhan kepada kita, tetapi begitu sedikit syukur kita kepada-Nya.

Menyadari sedemikian besarnya cinta Tuhan kepada kita, sudah semestinya kita membalas kasih-Nya dengan sungguh-sungguh, misalnya dengan hidup seturut kehendak-Nya. Memberikan diri untuk mengikuti panggilan-Nya tentu akan menyukakan hati Tuhan senantiasa.

 


Refleksi:

Cinta manusia mudah berubah. Cinta Tuhan tidak akan pernah berubah.

 

Mzm. 75; Dan. 12:1-13; Mat. 12:15-21

Latest ARTICLE