28 September 2017 / Renungan Harian

Congkak


media

Congkak

Yakobus 4:11-16

Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. (Yak. 4:16)

Kita sering merasa mampu melakukan semua hal dengan kekuatan sendiri tanpa pertolongan orang lain, bahkan tanpa pertolongan Tuhan. Kita juga sering merasa diri paling baik dan paling benar, sementara orang lain tidak ada satu pun yang baik dan benar. Bukankah kondisi seperti itu menunjukkan bahwa kita sering terjebak dalam kecongkakan hati? Hal itu menunjukkan bahwa kita tidak mampu untuk merendahkan hati.

Melalui suratnya, Yakobus mengingatkan jemaat untuk tidak mudah memfitnah dan menghakimi orang lain. Umat Tuhan tidak pantas saling menghakimi apalagi memfitnah. Demikian juga, tidak pada tempatnya umat Tuhan merasa bahwa dirinya dengan kekuatan sendiri sanggup melakukan banyak hal, termasuk menjalani masa depannya, tanpa pertolongan Tuhan. Kesadaran untuk tidak mudah menghakimi dan kesadaran untuk tetap membutuhkan Tuhan adalah wujud kerendahan hati yang dikehendaki Tuhan.

Belajar untuk merendahkan diri dan mengandalkan Tuhan dalam segala sesuatu adalah tindakan berharga yang harus dilakukan oleh setiap orang percaya. Tidak ada yang dapat dibanggkan dalam kehidupan ini sebab semuanya adalah kasih karunia dari Allah Bapa bagi kita. Untuk apa kita menjadi congkak? Kita seharusnya malu kepada Tuhan yang telah menganugerahkan banyak hal kepada kita.

 


Refleksi:

Tidak ada yang patut disombongkan dalam hidup kita karena semua itu semata-mata anugerah Tuhan

 

Mzm. 25:1-9; Yeh. 12:17-28; Yak. 4:11-16

Latest ARTICLE