09 September 2019 / Renungan Harian

CUKUP HANYA TUHAN


media

2 Raja-raja 17:24-41

"Janganlah kamu melupakan perjanjian yang telah Kuadakan dengan kamu dan janganlah kamu berbakti kepada allah lain ...." (2Raj. 17:38)

Bayangkan apa yang akan terjadi jika pada satu mobil terpasang dua setir atau kemudi? Dengan dua setir dan dua sopir, mobil itu sulit bergerak ke satu arah tujuan. Masing-masing sopir memiliki kehendaknya sendiri dan caranya sendiri dalam mengemudikan mobil itu. Cukup satu kemudi untuk mencapai tujuan yang pasti.

Raja Asyur memerintahkan agar orang-orang Israel menjalani masa pembuangannya di Babel, sedangkan bangsa-bangsa asing ditempatkan di Samaria. Pada awalnya, bangsa-bangsa asing itu tidak menyembah TUHAN, hingga suatu peristiwa menimpa mereka, yakni beberapa orang di antara mereka mati terbunuh oleh singa-singa. Orang pun memberitahukan kepada Raja Asyur bahwa hal itu terjadi akibat bangsa-bangsa asing itu tidak mengenal hukum beribadah kepada Allah. Mendengar itu, Raja Asyur memerintahkan agar seorang imam Israel yang diangkut ke pembuangan Babel pergi ke Samaria untuk mengajari bangsa-bangsa itu tentang hukum beribadah kepada Allah. Imam itu pun mengajari mereka, sehingga berkembanglah penyembahan kepada TUHAN. Tetapi, bangsa-bangsa yang menduduki Samaria itu bukan hanya menyembah kepada Tuhan, mereka juga menyembah ilah (idola) lain.

Dengan tegas, penulis kitab 2 Raja-raja menyatakan bahwa orang-orang di Samaria itu tidak berbakti kepada TUHAN. Mereka seharusnya menyembah cukup hanya TUHAN. Menyembah juga ilah (idola) lain tidak akan pernah menjadi berkat. Ibarat mobil, cukup hanya satu kemudi dan satu arah dalam hidup ini. Cukuplah hanya TUHAN dalam hidup kita.

REFLEKSI: Apakah aku sungguh menempatkan TUHAN sebagai satu-satunya kemudi dan arah hidupku? Adakah ilah (idola) lain dalam hidupku?

Mzm. 101; 2Raj. 17:24-41; 1Tim. 3:14—4:5

Latest ARTICLE