01 October 2019 / Renungan Harian

CURHAT


media

Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat,

curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya ….

(Mzm. 62:9)

MAZMUR 62

Duh, pengen cerita nih, tapi curhat ke siapa, susah cari orang yang bisa dipercaya.” Bercerita dari hati ke hati atau curhat tampaknya menjadi kebutuhan manusia. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan kehadiran sesama bukan hanya untuk membantu memenuhi kebutuhan fisik, namun juga untuk membantu memenuhi kebutuhan secara emosi, dalam hal ini hadirnya seseorang yang mau mendengarkan dengan baik dan dapat dipercaya.

Lalu, bagaimana jika tidak ada seorang pun yang dapat kita jadikan teman curhat? Pemazmur mengajak umat Tuhan untuk mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan, “Percayalah kepada-Nya setiap waktu hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya ….” Bagi pemazmur, Tuhan adalah seorang sahabat, pendengar yang baik, teman curhat yang dapat menjaga rahasia. Kepada-Nya pemazmur bisa bercerita tentang berbagai pergumulan batin dan perasaan hatinya. Hanya Dialah tempat bercerita yang dapat dipercaya.

Saat manusia yang lain tidak dapat dan tidak bersedia mendengarkan dengan baik, Tuhan Allah setia mendengar. Saat manusia yang lain sulit dijumpai, Tuhan selalu bersedia dijumpai kapan pun. Ia selalu ada untuk mendengarkan setiap curahan hati kita. Ia memahami pergumulan dan isi hati kita yang terdalam. Itu sebabnya, mencurahkan isi hati kepada Tuhan menjadi jalan terbaik, apalagi ketika kita tak mendapati seorang pun yang dapat mendengar curahan hati kita.

DOA:

Tuhan, Engkau mengetahui isi hatiku yang terdalam,

dengarkanlah curahan isi hatiku. Amin.

Mzm. 62; Hos. 10:9-15; Yak. 5:1-6

Latest ARTICLE