01 November 2017 / Renungan Harian

Damai dengan Musuh


media

Damai dengan Musuh

Amsal 16:1-20

Jikalau Tuhan berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itu pun didamaikan-Nya dengan dia. (Ams. 16:7)

Pengalaman saya pertama kali berkhotbah bukan pengalaman yang menyenangkan. Seorang ibu mendekati saya dan dengan tegas mengatakan, "Saya tidak mengerti khotbahmu!" Itu pernyataan pertama dari sekian kritiknya terhadap saya. Hal itu membuat hati saya terluka. Namun, Roma 12:21 terlintas di benak saya, "Balaslah kejahatan dengan kebaikan!" Suatu hari saya memiliki kesempatan untuk duduk berdua di depan peti mati suaminya. Walau masih terngiang kritik pedasnya, Tuhan menolong saya untuk berdoa, "Bapa, berikan kekuatan dan hiburlah Ibu yang sedang berduka!" Selesai berdoa, hilanglah rasa kesal yang menumpuk itu.

Penulis Amsal menyadari bahwa kita tidak kebal terhadap serangan musuh. Namun, Tuhan memberi jalan keluar kepada kita untuk memiliki damai di hati dan berdamai dengan musuh-musuh kita. Menariknya, penulis Amsal memberi kita tugas untuk memperhatikan jalan kita sendiri. "Jikalau Tuhan berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itu pun didamaikan-Nya dengan dia". Ini berarti jika kita hidup sesuai dengan firman Tuhan, Tuhan akan menolong kita berdamai dengan musuh kita dengan cara yang kita tidak duga.

Apakah ada seseorang yang menyakiti kita selama ini? Atau adakah seseorang yang kita sakiti? Jika ya, mari kita pikirkan apa yang Tuhan kehendaki. Daripada memusuhi dia, tidakkah Tuhan menghendaki kita mendoakan dia dan mengampuni dia?

 


Refleksi:

Damai di hati tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Pengikut Kristus harus berusaha untuk mendoakan musuhnya. Amin.

 

Mzm. 119:41-48; Ams. 16:1-20; Mat. 19:16-22

Latest ARTICLE