05 June 2017 / Renungan Harian

Derita Hingga Kemuliaan


media

Derita Hingga Kemuliaan

Roma 8:18-24

Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. (Rm. 8:18)

Bisa mengandung dan melahirkan anak adalah sebuah berkat, apalagi jika berhasil menjalani proses persalinan itu secara normal. Melahirkan anak melalui persalinan normal bukan hal yang ringan sebab sang ibu harus menahan sakit sejak pembukaan 1 hingga 10 dalam rahim yang selalu berkontraksi. Namun, sakit itu lenyap ketika bayi mungil keluar dengan selamat. Ketika mendengar tangis pertama sang bayi, semua derita hilang berganti sukacita. Itulah berkat menjadi seorang ibu yang memiliki pengalaman sakit persalinan.

Gambaran sakit bersalin menjadi gambaran dalam bacaan Alkitab hari ini. Hidup umat Allah bagai penuh permasalahan, keluhan, penderitaan, perbudakan, dan ketidakbebasan. Pengharapan akan keselamatan menjadi kekuatan sebuah penantian. Oleh karena itu, Rasul Paulus menguatkan jemaat di Roma: "Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita." Rasul Paulus menguatkan hati umat untuk tetap teguh sebagai anak Allah. Mereka harus bertahan dalam penderitaan di dunia ini. Penderitaan itu tidak abadi, pasti akan ada saatnya berakhir. Pada saat penderitaan berakhir, umat menerima kemuliaan dari Tuhan.

Bila orang berkata bahwa hidup Anda penuh derita, bertahanlah karena penderitaan itu tidak abadi. Kasih Tuhanlah yang abadi dan yang menyertai kita dari sekarang sampai kemuliaan bersama-Nya kelak.

 


Doa:

Tuhan, kuatkan kami dalam menghadapi derita yang akan berakhir dengan kebahagiaan. Amin

 

Mzm. 104:24-34, 35b; Yl. 2:18-29; Rm. 8:18-24

Latest ARTICLE