23 April 2018 / Renungan Harian

Dialah Allah Kita


media

Dialah Allah Kita
Mazmur 95

Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. (Mzm. 95:7)

Di hari penghakiman nanti banyak orang akan berseru, “Tuhan! Tuhan!” tetapi Tuhan akan menjawab, “Enyahlah kamu semua pembuat kejahatan.” Mengapa mereka berseru kepada Tuhan dan Tuhan tidak menyambut mereka? Karena mereka hanya memanggil Tuhan dengan mulut mereka, tetapi tidak melakukan kehendak Tuhan dalam hidup mereka sehari-hari.

Dalam 2 Timotius 2:19, Paulus mengatakan bahwa setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaknya meninggalkan kejahatan. Setiap orang yang mengakui Tuhan dengan mulutnya dipanggil untuk menyatakan pengakuan itu dalam perbuatannya, yaitu dengan meninggalkan segala dosa dan kejahatan. Menurut Pemazmur, saat mulut kita mengaku bahwa Dialah Tuhan, Allah kita, itu berarti kita menempatkan diri sebagai umat gembalaan-Nya, kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Sebagai umat kepunyaan Tuhan, kita dipanggil untuk membesarkan nama-Nya dengan sorak-sorai dan pujian. Kita dipanggil untuk datang mendekat kepada-Nya.

Orang yang diperkenan Tuhan dan yang akan disambut-Nya pada hari penghakiman bukanlah mereka yang berseru “Tuhan! Tuhan!” dengan mulutnya. Orang yang diperkenan Tuhan adalah mereka yang sungguh mengenal Tuhan dan berjalan di jalan-Nya dengan setia. Orang yang tidak mengeraskan hati ketika mendengar suara Tuhan adalah mereka yang akan diizinkan Tuhan untuk masuk ke tempat perhentian-Nya sampai selama-lamanya.



DOA:
Tuhan, tolong kami untuk mengakui Engkau tidak hanya dalam perkataan kami, tetapi juga dalam ketaatan kami kepada-Mu. Amin.

Mzm. 95; 1Sam. 16:1-13; 1Ptr. 5:1-5

Latest ARTICLE