19 October 2017 / Renungan Harian

Diotrefes


media

Diotrefes

3 Yohanes 1:9-12

Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. (3Yoh. 1:11)

Surat Yohanes menyapa tiga tokoh dalam jemaat, yaitu Gayus, Diotrefes, dan Demetrius. Gayus dipuji karena kesalehannya dan Demetrius dibela sebagai orang yang baik. Bagaimana dengan Diotrefes? Rupanya Diotrefes memiliki ambisi untuk menguasai. Ia berusaha menjatuhkan nama baik orang lain yang tidak disukainya. Orang yang berani membela korban kejahatannya akan dikucilkan dari jemaat. Menakutkan bahwa di tengah-tengah kepemimpinan jemaat bisa ada sosok jahat seperti Diotrefes. Padahal, ia hanyalah satu orang sedangkan di pihak lain ada dua tokoh baik lainnya, seperti Gayus dan Demetrius. Namun, apa yang terjadi? Rongrongan Diotrefes justru yang mengacaukan kehidupan berjemaat.

Bukankah terkadang kehidupan jemaat kita juga demikian? Hanya butuh satu orang pengacau untuk merusak persekutuan yang dibangun oleh banyak orang baik. Tampaknya kebanyakan orang tidak dapat berbuat apa-apa. Mayoritas hanya akan diam dan membawa keluh kesahnya dalam obrolan sehari-hari. Mendiamkan keburukan hanya akan membawa jemaat ke dalam krisis berkepanjangan. Kita merindukan sosok seperti Yohanes yang mau datang untuk mengambil sikap tegas terhadap pengacau seperti Diotrefes. Kemerosotan hidup dalam jemaat terjadi bukan karena kejahatan Diotrefes semata. Namun, karena ada begitu banyak orang yang memilih diam ketimbang menyuarakan apa yang baik.

 


Doa:

Tuhan, beranikan kami untuk menyuarakan apa yang benar dan baik di tengah jemaat kami. Amin.

 

Mzm. 96:1-9 [10-13]; Hak. 17:1-6; 3Yoh. 1:9-12

Latest ARTICLE