05 May 2018 / Renungan Harian

Dipanggil Menjadi Pelayan


media

Dipanggil Menjadi Pelayan
Markus 10:42-45

Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu ….” (Mrk. 10:43)

Jika kita pergi ke gerai makanan siap saji, kita mungkin terkesan akan sikap para pramusaji. Mereka tampak ceria, murah senyum, dan selalu berusaha memuaskan pelanggan. Seandainya pun pelanggan marah-marah, mereka akan menanggapinya dengan sabar dan tetap murah senyum.

Semua itu dimungkinkan karena para pramusaji adalah pelayan yang memang harus menjaga sikap dan perilaku mereka sesuai dengan standar perilaku yang ditetapkan di semua gerai perusahaan tersebut. Entahkah gerai tersebut berada di Amerika Serikat, Jepang, Indonesia, atau di mana pun juga, standar perilakunya tetap sama.

Sebagai para pengikut Kristus, kita pun memiliki standar perilaku. Salah satunya adalah yang kita baca pada hari ini, yaitu bahwa kita harus menjadi pelayan untuk yang lain. Itu bukan berarti bahwa kita harus memandang rendah diri sendiri, melainkan bahwa kita harus memandang diri kita sendiri lebih rendah dari yang lain supaya kita bisa meninggikan dan melayani yang lain. Kita dengan sadar melepaskan semua ego dan hak kita untuk berdiri setinggi yang lain.

Sikap dan perilaku semacam itu memang tidak mudah karena hal itu berarti kita harus berani dan bisa mengosongkan diri kita sendiri. Jika kita senantiasa sibuk menjaga dan mempertahankan ego kita, maka kita memang tidak memenuhi kriteria untuk menjadi pelayan sebagaimana diminta oleh Kristus.



REFLEKSI:
Menjadi pelayan adalah menjadi yang terendah supaya kita bisa meninggikan yang lain.

Mzm. 98; Ul. 32:44-47; Mrk. 10:42-45

Latest ARTICLE