08 December 2017 / Renungan Harian

Dipupuk Lewat Pergumulan


media

Dipupuk Lewat Pergumulan

Kisah Para Rasul 11:19-26

Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan. (Kis. 11:20)

Masyarakat pedesaan menggunakan kotoran ternak sebagai pupuk untuk ladang mereka.  Pupuk kandang itu dinamakan rabuk. Ladang yang telah dirabuk akan menjadi sangat subur sehingga menghasilkan panen yang sangat memuaskan. Ternyata, kotoran yang menjijikkan dapat menghasilkan panen yang berlimpah.

Proses penyebaran Injil ke seluruh dunia bagaikan ladang yang dipupuk dengan kotoran. Panen raya yang berbuah manis bermula dari pengalaman pahit jemaat mula-mula. Stefanus adalah contoh korban akibat kebencian terhadap orang percaya yang makin menyebar ke seluruh penjuru Yerusalem. Setelah Stefanus mati dirajam, banyak orang percaya menyingkir ke daerah lain karena penganiayaan. Mereka menyingkir karena mereka tidak diberi kesempatan untuk hidup damai dengan kepercayaan yang dianutnya.

Kita seolah berdiri di antara perasaan sedih sekaligus bahagia. Membayangkan apa yang dialami orang percaya di masa lalu dapat membuat kita sedih. Namun, ada bahagianya juga karena melalui peristiwa itu, Injil tersebar ke luar Yerusalem. Orang Yunani mendengar berita Injil lalu percaya dan mengaku Yesus adalah Tuhan.

Apa pun yang terjadi, kita seharusnya tetap teguh beriman. Di balik setiap persoalan, berkat Tuhan selalu tersedia. Biarlah segala persoalan menjadi pupuk bagi kita untuk bertumbuh dan berbuah lebat.

 


Doa:

Tuhan, kami ingin memandang hal buruk dalam hidup kami sebagai pupuk bagi pertumbuhan iman kami. Amin.

 

Mzm. 85:2-3, 9-14; Yer. 1:4-10; Kis. 11:19-26

Latest ARTICLE