24 March 2018 / Renungan Harian

Firasat Dan Pelayanan


media

Firasat Dan Pelayanan
Markus 10:32-34, 46-52

Murid-murid merasa cemas dan juga orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang merasa takut. Sekali lagi Yesus … mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi atas diri-Nya …. (Mrk. 10:32)

“Sebelum peristiwa itu terjadi, saya seperti telah dikasih tanda, tetapi saya tidak ngeh. Sudah ada firasat, tetapi saya tidak peka.” Anda pernah merasa seperti itu? Saya beberapa kali menyesal karena tidak mengikuti suara hati yang menjadi firasat dan memberi tanda bagi saya.

Perjalanan Yesus dan murid-murid-Nya ke Yerusalem kali ini diliputi suasana batin yang agak mencekam. Murid-murid-Nya merasa cemas dan orang-orang yang mengikuti Dia pun merasa takut. Perasaan itu seperti firasat yang memberi isyarat bahwa sesuatu yang memilukan hati akan terjadi. Yesus sendiri tahu bahwa hari penangkapan dan penyaliban-Nya sudah sangat dekat. Perjalanan ke Yerusalem kali ini adalah perjalanan menuju kematian. Tentu, suasana batin Yesus juga bergolak. Namun, menghadapi para murid yang cemas dan suasana yang muram itu, Yesus tetap melayani dan menyembuhkan Bartimeus. Yesus menunjukkan jalan mengatasi kecemasan dan firasat yang tidak menyenangkan dengan cara melakukan sesuatu yang baik bagi kehidupan orang lain.

Firasat dapat memberi isyarat kepada kita. Saya menyesal tidak sempat menjenguk beberapa teman saya yang sakit. Mereka meninggal tanpa sempat saya jenguk. Padahal, saya sudah punya firasat sebelumnya. Firasat dapat memberi petunjuk kepada kita untuk melakukan sesuatu yang baik dalam suasana apa pun. Yesus sudah memberikan contoh terbaik bagi kita.



REFLEKSI:
Di tengah kecemasan, tetaplah melayani!

Mzm. 118:1-2, 19-29; Yer. 33:10-16; Mrk. 10:32-34, 46-52

Latest ARTICLE