14 November 2017 / Renungan Harian

Fokus pada Pengharapan


media

Fokus pada Pengharapan

1 Tesalonika 3:6-13

Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya. (1Tes. 3:13)

Sejak Stefanus mati dirajam, banyak martir Kristen mati dengan cara yang mengenaskan. Menurut tradisi gereja, Rasul Petrus pun mati disalib. Akibatnya, ada orang yang takut menjadi pengikut Yesus. Padahal, fokus kita seharusnya bukan pada penderitaan, melainkan pada Yesus yang menjadi Tuhan kita.

Rasul Paulus giat memberitakan Injil kepada orang non-Yahudi. Namun, ia mengalami tantangan dari orang yang membenci kekristenan. Bahkan, orang Yahudi pun tidak suka kepada orang non-Yahudi yang menjadi Kristen. Untuk mengarahkan warga jemaat yang patah semangat itulah, Paulus mengirim surat kepada mereka. Fokus pemberitaan Paulus adalah pengharapan akan kedatangan Kristus dan bukan fokus pada penderitaan yang mereka alami. Selain itu, jemaat harus belajar untuk bertahan dalam penderitaan sampai Kristus datang kembali.

Saat hidup makin sulit, kita cenderung fokus pada masalah kita. Kita berpikir bahwa dengan melakukan hal itu, hidup kita menjadi makin baik. Padahal, fokus kita seharusnya pada Tuhan. Tujuan hidup orang percaya adalah menanti kedatangan Tuhan Yesus kembali. Kita diajak berjaga-jaga dengan cara mengkhususkan hati dan hidup kita bagi Tuhan. Masalah dan penderitaan akan tetap datang silih berganti, tetapi daripada mengeluh, mari kita isi hidup ini dengan melakukan hal yang baik sampai Kristus datang kembali.

 


Refleksi:

Perjuangan dalam hidup kita adalah perjuangan untuk setia menjadi pengikut Kristus. sampai Dia datang kembali.

 

Mzm. 63; Yl. 1:1-14; 1Tes. 3:6-13