27 September 2017 / Renungan Harian

Godaan untuk Menjadi Terbesar


media

Godaan untuk Menjadi Terbesar

Matius 18:1-5

"Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga." (Mat. 18:4)

Sepertinya sudah lumrah jika kita memiliki hasrat untuk menjadi yang "ter" di dalam kehidupan ini. Sepertinya sudah lumrah untuk kita menjadi yang terbesar, termegah, terhebat, tercepat, teragung, terdepan, dan seterusnya. Hasrat itu bahkan sudah merasuki kehidupan jemaat. Ada gereja yang berlomba untuk menjadi yang terbesar dalam jumlah anggotanya, termegah gedung gerejanya, terhebat kebaktiannya, terkenal nama gerjanya, dan seterusnya. Namun, apakah semua itu yang dikehendaki Tuhan dari umat-Nya?

Para murid ribut berdebat tentang siapa yang nanti terbesar di dalam Kerajaan Surga. Ada dua persoalan di sini. Pertama, pemahaman mereka tentang Kerajaan Surga. Kedua, pemahaman mereka tentang siapa yang terbesar. Mereka lupa bahwa yang terbesar dalam Kerajaan Surga itu adalah Kristus sendiri. Untuk menjawab perdebatan itu, Tuhan Yesus menempatkan seorang anak di tengah-tengah mereka dan memerintahkan mereka untuk menjadi seperti anak kecil itu. Mengapa? Dalam kehidupan masyarakat pada waktu itu, anak-anak biasanya tidak dianggap penting, tidak berdaya, dan amat bergantung pada orang yang lebih dewasa. Jadi, murid Kristus yang dapat menjadi seperti anak kecil itulah yang terbesar di antara yang lain.

Persaingan untuk menjadi yang "ter" seharusnya tidak terjadi di dalam pelayanan umat Tuhan. Semua pelayanan kiranya dilakukan dalam kerendahan hati.

 


Refleksi:

Yang terbesar adalah mereka yang mau menghamba dan menjadi yang terkecil.

 

Mzm. 106:1-12; Yes. 41:1-13; Mat. 18:1-5

Latest ARTICLE