21 December 2017 / Renungan Harian

Hasrat Meniru Orang Lain


media

Hasrat Meniru Orang Lain

2Samuel 6:1-11

Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. (2Sam.6:11)

Keluarga Obed-Edom mendapat berkah dari kehadiran Allah di tengah keluarganya. Kisahnya dimulai justru dari sebuah tragedi saat orang Israel memindahkan tabut Allah ke Yerusalem. Tragedi itu terjadi karena orang Israel meniru kebiasaan orang Filistin. Mereka meniru cara orang Filistin mengangkat tabut dengan memakai kereta yang ditarik lembu. Padahal, orang Israel seharusnya mengangkut tabut Allah itu dengan cara dipanggul oleh kaum Kehat (Bil. 7:9). Tampaknya Allah tidak senang dengan hasrat meniru dari umat-Nya itu sebab biasanya hasrat ingin menjadi seperti bangsa lain itu akan melahirkan pemberontakan terhadap Allah. Ujung-ujungnya Allah akan dilupakan lalu mengandalkan dewa-dewi yang disembah bangsa-bangsa asing yang ditirunya itu.

Selain itu, Uza yang bukan imam menyentuh tabut yang suci itu sehingga Allah menghukumnya. Tampaknya keluarga Obed-Edom belajar dari semua kesalahan itu sehingga mereka memperlakukan tabut Allah dengan penuh hormat. Allah pun memberkati mereka.

Ketika kita juga punya hasrat ingin menjadi seperti orang lain yang lebih kaya atau lebih sukses padahal kita tahu jalan yang mereka tempuh salah, maka kita rentan untuk meniru tindakan mereka juga. Inilah yang tidak disukai Allah. Mari kita menempatkan Allah sebagai yang utama dalam pusat ibadah dan keluarga kita sebab kita yakin sumber berkat itu adalah Allah sendiri

 


Doa:

Tuhan, kami ingin mensyukuri segala pemberian-Mu sehingga kami tidak ingin meniru orang lain. Amin.

 

Mzm. 89:2-5, 20-27; 2Sam. 6:1-11; Ibr. 1:1-4

Latest ARTICLE