07 March 2017 / Renungan Harian

Hidup Adalah Kesempatan


media

Hidup Adalah Kesempatan

Kejadian 4:1-16

Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! (Mzm.32:1)

Namanya Kain. Dalam bahasa Ibrani, arti nama itu adalah "mendapat". Ketika melahirkan Kain, ibunya bersaksi, "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan Tuhan" (ay.1). Sang ibu percaya bahwa kisah kelahiran Kain merupakan anugerah Allah semata.

Sayangnya, kisah hidup Kain tidak berjalan mulus. Ia marah karena Allah ternyata lebih menghargai persembahan Habel ketimbang persembahan dirinya. Sayangnya, ia tidak mau bertanya langsung kepada Allah. Ia hanya memendam kemarahannya. Bahkan, ketika Allah menegurnya, ia hanya diam. Ia tidak mau mengutarakan persoalannya, malah berbuah pada pembunuhan Habel. Masalah besar Kain adalah tidak mampu menguasai kemarahannya sehingga akhirnya ia dikuasai oleh kemarahan itu. Akibatnya, nasi menjadi bubur, Habel tak mungkin hidup kembali.

Namun begitu, Allah tidak pernah meninggalkan Kain. Allah memang menghukum Kain, tetapi Allah tidak membiarkan Kain mati. Allah memberikan kesempatan kepada Kain untuk tetap hidup. Allah memberikan kesempatan kepada Kain untuk merasakan indahnya pengampunan. Allah memberikan kesempatan kepada Kain untuk berubah menjadi lebih baik. Dalam diri Kain bergemalah madah Pemazmur: "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!" (Mzm.32:1).

 


Refleksi:

Hidup adalah kesempatan untuk memperbaiki diri

 

Mzm.32; Kej.4:1-16; Ibr.4:14 - 5:10

Latest ARTICLE