31 March 2017 / Renungan Harian

Hidup Dalam Pengampunan ALLAH


media

Hidup Dalam Pengampunan ALLAH

Mazmur 130

Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel (Mzm.130:7)

"Dari jurang kesusahan aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN. TUHAN, dengarlah seruanku, perhatikanlah permohonanku." (ay.1-2, BIMK). Demikianlah seruan Pemazmur. Kesadaran Pemazmur akan kekudusan Allah membuatnya sadar akan keberadaannya sebagai manusia berdosa dan memohon pengasihan Allah. Karena itu, ia mengakui: "Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada prngampunan, supaya Engkau ditakuti orang" (ay.3-4).

Inilah pengakuan Pemazmur yang bisa kita teladani: Allah menyediakan pengampunan. Jika Allah mengingat-ingat kesalahan kita, kita pun akan mati karena malu. Karena itu juga, Pemazmur memohon pengampunan Allah seperti pengawal mengharapkan pagi. Petugas jaga itu selalu berharap bahwa pagi cepat datang. Mengapa? Karena malam memang menakutkan, serangan dapat datang dari mana saja tanpa diketahui.

Setelah diampuni, baiklah kita belajar hidup dalam pengampunan-Nya. Caranya: minta kepada Allah untuk memperbarui hidup kita dari hari ke hari. Memperbarui hidup itu seperti kala kita mau main gitar, maka kita harus menyetem gitar itu agar tidak sumbang. Kita pun perlu menyetem diri agar nada kita selaras dengan nada Allah. Hanya dengan begitulah kita bisa terus "nyambung" dengan Allah sehingga kita sungguh tahu dan hidup dalam kehendak dan pengampunan-Nya.

 


Refleksi:

Panggilan orang yang diampuni Tuhan adalah hidup dalam pengampunan-Nya.

 

Mzm.130; Yeh.33:10-16; Why.11:15-1

Latest ARTICLE